Aku, Rasa, dan Logika

February 11, 2009

Kraton Yogyakarta

Kraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1756 atau tahun Jawa 1682. Arsiteknya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I, yang waktu masih muda bergelar Pangeran Mangkubumi Sukowati.

Luas Kraton Yogyakarta 14000 meter persegi. Di dalamnya terdapat banyak bangunan, halaman-halaman, dan lapangan-lapangan, seperti:
1. Kedaton/ Prabayeksa;
2. Bangsal Kencana;
3. Regol Danapratapa (pintu gerbang);
4. Sri Manganti;
5. Regol Sri Manganti (pintu gerbang);
6. Bangsal Poncowati (dengan halaman kemandungan);
7. Regol Brajanala (pintu gerbang);
8. Siti Inggil;
9. Tarub Agung;
10. Pagelaran (tiangnya berjumlah 64 buah);
11. Alun-alun utara (dihias dengan 62 batang pohon);
12. Pasar (Beringharja);
13. Kepatihan;
14. Tugu.

Di bawah ini ditampilkan beberapa bangsal dan koleksi Musium Kraton Yogyakarta.

(more…)

Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini dikelilingi beberapa dusun, antara lain Bumi Segoro, Sabreng, Gopala, Jawahan, Barepan, Ngarak, Kelan, Janan, dan Gendingan.
Sampai sekarang belum pernah ditemukan sumber-sumber tertulis yang menyebutkan kapan Candi Borobudur itu dibangun, sehingga tidak dapat ditentukan usianya. Beberapa bukti telah ditemukan oleh para ahli, yang berfungsi untuk menentukan usia Candi Borobudur itu. Pada bagian kaki Candi Borobudur yang tertutup terdapat tulisan singkat berbahasa sansekerta dengan huruf kawi. Dengan membandingkan hurur-huruf tersebut dengan prasasti-prasasti bertarikh yang ada di Indonesia, maka sementara para sarjana berpendapat bahwa Candi Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi. Pada abad itu di Jawa Tengah berkuasa raja-raja dari wangsa Syailendra yang menganut agama Budha Mahayana.
Candi Borobudur tidak mempunyai bilik atau pun ruangan di dalamnya, oleh karena itu tidak dapat berfungsi sepenuhnya sebagai candi. Maka lebih tepat bangunan ini dianggap sebagai tempat ziarah daripada sebagai candi (sebagai tempat pemujaan).
Bangunan Candi Borobudur berbentuk limas berundak, dan apabila dilihat dari atas merupakan bujur sangkar. Bangunan candi ada 10 tingkat. Tiga tingkat yang paling atas berbentuk lingkaran dengan tiga teras. Pada teras pertama terdapat 32 stupa berlubang. Pada teras kedua terdapat 24 stupa berlubang. Pada teras ketiga terdapat 16 stupa berlubang. Jumlah seluruhnya 72 stupa berlubang. Pada masing-masing stupa terdapat patung Budha.

Disarikan dari berbagai sumber.

February 1, 2009

Sekilas Perjalanan Karyawisata ke Yogyakarta

Filed under: Laporan Perjalanan

Karyawisata SMPN 4 Cimahi ke Yogyakarta kali ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2009. Berangkat dari Cimahi menuju Yogyakarta Senin malam. Sebelum berangkat panitia mengadakan briefing terlebih dahulu serta mengadakan persiapan-persiapan lainnya. Kami harus bekerja ekstra, mengingat para siswa yang akan dibimbing adalah remaja tanggung yang masih sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan dari kami sebagai orang tuanya di luar rumah.

(more…)

December 4, 2008

Semiloka Implementasi Lesson Study Bagi Pembelajaran Bahasa dan Seni

Filed under: Stop Pers

Semiloka ini dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Desember 2008, bertempat di Auditorium FPBS UPI (Gd. B Lt. 4).
Pemateri I: Dr. Sumar Hendayana, M.Sc. Judul Materi: “Apa dan Mengapa Lesson Study?”
Pemateri II: Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed. Judul Materi: “Observasi dan Refleksi dalam Pembelajaran”.
Pemateri III: Dr. Asep Supriatna, M.Si. Judul Materi: “Pengalaman Implementasi Lesson Study di Sumedang.
Moderator:
1. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.
2. Drs. Dudung R. Hidayat, M.Pd.


(more…)

November 7, 2008

Sepuluh Perkara yang Sia-sia dan Tidak Bermanfaat

Filed under: Sejenak Merenung

1. Ilmu yang tidak diamalkan;
2. Amal yang tidak disertai keiklasan dan mencontoh Nabi Muhammad SAW;
3. Harta yang tidak disedekahkan, sehingga pemiliknya tidak bisa menikmatinya di dunia dan tidak pula dipergunakan sebagai bekal di akhirat;
4. Hati yang kosong dari cinta kepada Allah, dari rasa rindu dan dekat dengan-Nya;
5. Tubuh yang tidak difungsikan untuk melaksanakan ketaatan beribadah kepada Allah;
6. Cinta kepada Allah, tetapi tidak diikat dengan keridhaan-Nya dan tidak melaksanakan perintah-perintahnya;
7. Waktu yang tidak difungsikan untuk mengejar ketertinggalan atau meraih kebaikan dan ibadah;
8. Pikiran yang melayang-layang pada hal-hal yang tidak berguna;
9. Berbakti kepada seseorang yang dengan baktinya tersebut tidak akan mendekatkanmu kepada Allah dan tidak pula bermanfaat bagi duniamu;
10. Rasa takut dan harapmu kepada mahluk yang ubun-ubunnya di tangan Allah, sebagai tawanan dalam genggaman-Nya, yang dia sendiri tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi dirinya dan tidak pula menolak kemudharatan (bahaya) atasnya, serta tidak menguasai kematian, kehidupan, dan kebangkitan bagi dirinya.

(AL-Fawaid Halaman 112)

October 26, 2008

Berburu Masakan Sunda

Filed under: Hobby

Menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan berburu masakan Sunda adalah kegemaranku. Ditemani mantan pacar yang selalu setia mendampingi, pekan ini saya bereksplorasi masakan Sunda di daerah Cihideung Lembang. Kenapa berburu masakan Sunda? Kenapa bukan masakan mancanegara? Sebab lidahku tak biasa mengecap menu-menu masakan asing, perutku tak mau berkompromi dengan hidangan ala Asia (selain Indonesia), ala Eropa, maupun masakan asing lainnya.
Kebetulan pada hari Minggu ini kami berdua berkesempatan mengunjungi Kampung Daun. Tapi mantan pacar kurang setuju dengan penataan tempat bersantapnya, yang katanya agak gelap dan menyiratkan kesan begitu privacy. Padahal perasaanku justru sebaliknya. Menurutku tempat-tempat yang disediakan di Kampung Daun ini bikin saya betah, terkesan romantis, tenang, dan sangat alami. Tempat-tempat bersantap para tamu ditata sedemikian rupa, berbentuk saung, ada yang posisinya dekat dengan tanah, ada yang berada di atas tebing dilengkapi dengan tangganya, serta di dalamnya dihiasi gordyn dan bantal-bantal untuk teman duduk.

(more…)

September 11, 2008

Manfaat Pesantren Kilat

Filed under: Forum Guru

Oleh Popon Saadah

Kegiatan pesantren kilat yang biasanya marak diadakan di setiap lembaga pendidikan formal pada berbagai jenjang pendidikan saat bulan Ramadhan, merupakan sebuah solusi. Solusi untuk lebih mendekatkan para siswa pada Islam yang selama ini hanya diperkenalkan oleh para guru agama di sekolah dengan sambil lalu. Sebab di bulan-bulan di luar Ramadhan jam pelajaran agama Islam hanya dua jam pelajaran, sama porsinya dengan pelajaran Seni Budaya dan pelajaran Bahasa Sunda. Dapat dibayangkan, dengan jam pelajaran yang begitu terbatas, bagaimana mungkin para siswa bisa lebih paham tentang agamanya, bagaimana mungkin mereka akan bisa memaknai kitab sucinya, serta apakah mereka akan sampai pada dapat mengaplikasikan pelajaran agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari?

Dan kegiatan pesantrén kilat bak oase di tengah padang yang gersang, ibarat segelas air yang mampu menghilangkan rasa dahaga seorang pengembara yang kehausan di tengah perjalanan. Pesantren kilat, sebuah kegiatan yang di dalamnya begitu sarat makna dan manfaat.
Dengan mengikuti kegiatan pesantren kilat, para siswa seakan-akan diingatkan kembali, bahwa setiap muslim diwajibkan mengetahui lebih dalam tentang agama Islam, tidak bisa sambil lalu dan tidak cukup dengan hanya menelan berbagai teori seperti yang terdapat dalam kebanyakan buku teks pelajaran agama. Memeluk Islam itu adalah menjadikan agama rahmatan lil alamin ini pegangan hidup dengan keyakinan sepenuh hati. Memeluk Islam itu tidak cukup hanya bersifat seremonial belaka, serta perlu dikondisikan sedemikian rupa, sehingga terciptalah situasi yang kondusif ke arah pemahaman agama Islam yang sesungguhnya. (more…)

August 19, 2008

Cenah:

Filed under: Stop Pers

August 7, 2008

Dua Sejoli Dalam Damai

Filed under: Stop Pers

pancaranislami.wordpress.com

July 31, 2008

Menyusun Skripsi Minor? …Siapa takut!

Filed under: Artikel Tamu

Oleh Drs. Ratma Budi Priatna

Menulis skripsi minor sering kali menjadi mimpi buruk bagi sebagian mahasiswa, terutama mahasiswa yang tidak terbiasa menuangkan gagasan dalam bahasa tulis. Menyampaikan isi pikiran melalui bahasa tulis memang memerlukan keahlian tersendiri. Hal ini dapat dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir, itu pun bila mereka sering mengasah keterampilan menulisnya hingga menjadi terbiasa. Dengan sering mengasah dengan cara menuangkan hasil berpikirnya ke dalam bahasa tulis, maka kita akan terbiasa pula mengemukakan pendapat secara sistematis.
Salah satu kendala yang dihadapi para mahasiswa dalam proses penyusunan tugas akhir berupa skripsi minor adalah sulitnya menentukan topik bahasan. Oleh karena itu, saran saya pilihlah topik bahasan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anda. Hal lain yang tak kalah pentingnya untuk dipikirkan, apakah data-data yang dibutuhkan bisa dengan mudah diperoleh? Hal itu benar-benar harus dipikirkan agar penyusunan skripsi minor tersebut tidak menjadi beban berat bagi anda. Bila topik bahasan skripsi sesuai dengan minat dan kemampuan anda, bisa dipastikan dalam proses pengerjaannya akan disertai dengan semangat dalam menggali setiap informasi yang dibutuhkan.
Untuk mengetahui topik bahasan skripsi yang kita minati, tak terlalu sulit. Tanya diri anda sendiri, apa alasannya dulu anda memilih program studi yang sekarang sedang anda geluti ini? Renungkan, apakah anda benar-benar serius menggeluti bidang yang anda pilih ini? Lihat dan kaji kembali tugas-tugas yang telah anda kerjakan dari setiap mata kuliah yang telah diikuti selama ini.
Tapi faktanya, topik bahasan skripsi yang sesuai minat dan kemampuan kita pun tidak menjamin terlepas dari permasalahan. Sering kali para mahasiswa menggarap serta menguraikan topik bahasannya terlalu luas atau sebaliknya, terlalu sempit. Untuk mengatasi masalah ini, buatlah pertanyaan-pertanyaan tentang semua hal yang akan kita uraikan pada skripsi kita. Setelah membuat daftar pertanyaan tentang bidang garapan kita itu, lalu diskusikan dengan dosen pembimbing. Jangan takut dan segan bertanya kepada para dosen pembimbing, karena memang tugas merekalah membimbing dan mengarahkan para mahasiswanya dalam menulis skripsi minor tersebut, sehingga tugas akhir mereka ini diselesaikan dengan baik dan benar.
Di dalam skripsi minor itu biasanya dibahas pokok-pokok pikiran umum yang dikemukakan oleh mereka yang berkompeten di bidangnya. Kemudian dianalisis oleh penyusun skripsi berdasarkan kasus yang dihadapi dalam kehidupan nyata di mana mahasiswa pernah melaksanakan PKL pada semester V/ IV. Untuk menyempurnakan pekerjaan anda, perbanyaklah membaca buku-buku atau pun jurnal ilmiah sebagai bahan referensi. Tulisan atau artikel yang terdapat dalam buku atau jurnal ilmiah bisa dijadikan ide dalam proses penyelesaian karya tulis anda.
Hal terpenting yang harus diingat adalah, jangan berpikir bahwa skripsi minor yang anda tulis itu harus memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. Dalam hal ini anda tidak diwajibkan menemukan suatu temuan ilmiah yang spektakuler. Skripsi minor anda hanya merupakan kajian dari pengetahuan yang telah didapat sebelumnya.
Kiat terakhir, bila masih tidak yakin dengan dengan topik bahasan yang sudah anda persiapkan, sah-sah saja bila anda melihat-lihat skripsi minor karya orang lain di perpustakaan kampus untuk bahan rujukan. Yang harus diingat, janganlah skripsi minor karya orang lain itu dicontek habis-habisan. Anda nanti disebut plagiator jadinya. Dan lulus kuliah dengan usaha diri sendiri yang maksimal akan lebih menyenangkan. ***






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M