Aku, Rasa, dan Logika

October 7, 2006

Keterampilan Berbicara Siswa SMP

Filed under: Opini Pribadi

in the classroom

Oleh Popon Saadah

Sebagai mahluk yang diciptakan dengan sempurna, sejatinya manusia menguasai keempat aspek ketrampilan berbahasa untuk kepentingan berkomunikasi dengan individu di luar dirinya. Keempat keterampilan tersebut adalah menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dan keterampilan itu akan dapat kita kuasai dengan baik, apabila kita melakukan kegiatan berupa latihan-latihan yang erat kaitannya dengan keterampilan berbahasa tersebut.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan, adalah salah satu tempat yang paling strategis dalam menciptakan insan-insan yang terampil berbahasa, baik bahasa ibu, bahasa nasional maupun bahasa asing dalam bentuk lisan dan tulisan.
Keempat aspek ketrampilan berbahasa tersebut di atas, sama pentingnya serta di dalam prakteknya akan saling mendukung satu sama lain. Tetapi dalam tulisan ini hanya akan dibahas salah satu aspek saja, yaitu keterampilan berbicara, yang tidak bisa diabaikan begitu saja, terutama oleh para guru bahasa yang mempunyai kewajiban mendidik dan melatih parasiswanya demi tercapainya tujuan yang diharapkan.
Keterampilan berbicara dalam tulisan ini dititikberatkan kepada keterampilan berbicara di muka umum, yang lazim kita sebut berpidato. Berpidato adalah salah satu kegiatan berbahasa lisan yang tujuannya menyampaikan kabar yang diketahui lebih dulu oleh pembicara, atau menyampaikan gagasan pembicara kepada khalayak. Hal-hal yang disampaikan pembicara pada umumnya hal yang sangat penting untuk diketahui oleh khalayak.
Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, sudah menjadi satu keharusan paraguru bahasa di sekolah menularkan ilmunya dalam hal berpidato kepada semua anak didiknya, agar mereka menjadi individu-individu yang mahir berbicara di depan umum di kala mereka ingin menyampaikan gagasan-gagasan yang cemerlang.
Menurut hemat penulis, pelajaran tentang ketrampilan berpidato ini sudah bisa diberikan kepada parasiswa yang duduk di tingkat SMP. Ditinjau dari sudut usianya yang sudah dapat digolongkan kepada usia remaja, parasiswa SMP dapat memulai berlatih menyampaikan gagasan yang terkandung dalam pikiran masing-masing dalam bentuk lisan, untuk kemudian menjadi satu keahlian yang mereka miliki. Penulis berkesimpulan demikian, berdasarkan pendapat para ahli di bawah ini.
Menurut Piaget masa remaja adalah masa di mana cara berpikir seseorang sudah mencapai tahap operasi formal, (operasi = kegiatan-kegiatan mental tentang berbagai gagasan).
Remaja, secara mental telah dapat berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak. Sementara proses pertumbuhan otak mencapai kesempurnaannya mulai dari usia 12-20 tahun. Berpikir operasi formal memungkinkan terbukanya topik-topik baru, dan ekspansi (perluasan) berpikir. Horizon berpikirnya semakin meluas, bisa meliputi aspek agama, keadilan, moralitas, dan identitas (Yusuf, 2001: 196).
Sebagai langkah awal atau latihan tahap pertama, parasiswa ditugaskan oleh guru untuk membuat naskah pidato dengan diberi kebebasan memilih topik yang akan mereka bahas di dalam pidatonya masing-masing. Kebetulan, dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda tertera kompetensi dasar mengenai kemampuan siswa baik dalam menulis naskah pidato, maupun kemampuan berpidato itu sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan menampilkannya atau memperagakannya di dalam kelas, di depan teman-temannya. Dengan begitu, guru bisa mengevaluasi siswa dari dua aspek keterampilan berbahasa siswanya pada waktu yang sama atau hampir bersamaan, yaitu aspek menulis dan berbicara.
Ketika saya mempraktekkan metode pembelajaran tersebut di lapangan di kelas IX untuk mata pelajaran Bahasa Sunda, saya menemukan beberapa kemampuan yang dimiliki oleh parasiswa, yang sebelumnya tidak pernah kita duga sama sekali. Ternyata di dalam diri mereka terdapat potensi-potensi positif yang tidak mustahil sebagian besar masih terpendam dalam diri mereka masing-masing. Oleh karena itu, tentu sangatlah disayangkan apabila potensi atau bakat serta minat mereka dalam hal berbahasa, tidak terlatih secara maksimal.
Potensi-potensi siswa yang muncul ke permukaan setelah dirangsang oleh kegiatan menulis naskah dan menyampaikan pidato, di antaranya:
1. Peka terhadap fenomena sosial yang tengah terjadi saat ini. Banyak para siswa yang menulis naskah pidato bertemakan sosial, seperti mewabahnya penyakit Flu burung disertai dengan argumen mereka yang cukup ilmiah. Ada siswa yang membahas masalah lumpur Lapindo yang saat ini sedang melanda salah satu daerah di Jawa Timur. Ada pula yang membahas masalah krisis air di Indonesia selama musim kemarau, serta ada pula siswa yang membahas masalah pembakaran hutan di Indonesia yang menciutkan lahan hutan secara besar-besaran. Tak lupa dalam pidato tersebut mereka menyodorkan solusinya, agar masalah yang dihadapi bisa terselesaikan, tidak berlarut-larut seperti dalam kenyataannya, karena lambatnya penangangan pemerintah terhadap semua masalah sosial selama ini.
2. Pola pikir mereka ajeg, runut, dan logis. Hal ini terlihat ketika mereka menguraikan permasalahan. Dalam menyampaikan gagasannya mereka menggunakan bahasa yang lugas tidak berbelit-belit serta disusun secara kronologis, sehingga mudah dimengerti terutama oleh para pendengar yang semuanya adalah teman-teman mereka sendiri.
3. Minat yang spesifik pada satu bidang. Ada beberapa orang siswa yang berpidato tentang persepakbolaan di tanah air. Mereka bercerita mulai dari para pemain sepak bola Indonesia yang sudah ada peningkatan dalam segi prestasi sehingga banyak yang dibayar mahal, sampai dengan permasalahannya berupa kegemaran supporter team sepakbola mengadakan kerusuhan ketika menonton pertandingan olahraga ini.
4. Menulis dan berbicara dengan serius disertai rasa tanggung jawab. Hal ini mengemuka ketika mereka membahas sebuah masalah dengan menyertakan referensi. Misalnya, ketika membahas tentang kewajiban umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan, tak lupa mereka mengutif ayat Al Qur’an yang menguatkan argumen mereka. Ketika membahas masalah kesehatan, mereka mengutif pendapat ahli kesehatan disertai kata-kata ilmiah yang berhubungan dengan medis, dsb.
5. Menguasai bahasa Sunda dengan baik sebagai bahasa ibu mereka. Hal ini bisa menepis opini masyarakat selama ini tentang sukarnya penggunaan bahasa Sunda di kalangan remaja, serta menepis opini tentang akan punahnya bahasa tersebut karena sudah mulai ditinggalkan oleh pemakainya.
6. keberanian dan semangat mereka dalam menyampaikan gagasan di muka umum dalam hal ini di muka teman-temannya bisa dibanggakan, tentu saja oleh gurunya.

Di bawah ini diperkenalkan dua orang siswa kelas IX SMPN 4 Cimahi, yang mewakili teman-temannya untuk dijadikan contoh sebagai siswa yang cukup menguasai tehnik menulis naskah pidato beserta memperagakannya.

1. Nadia

siswi smp 4 cimahi

Dalam pidatonya dia membahas tentang manfaat berpuasa di bulan Ramadhan untuk kesehatan fisik dan mental manusia. Dia menguatkan argumennya dengan mengutif pendapat seorang ahli kesehatan, serta menguraikan beberapa manfaat tersebut. Di depan teman-temannya dia bersuara lantang, disertai senyum yang tidak pernah berhenti selama berpidato.

2. Muhammad Rizki

siswa smp 4 cimahi

Tema yang dia kemukakan dalam pidatonya sungguh unik. Dia bercerita tentang kisah perjalanannya setiap pulang sekolah menggunakan kereta api, (dia pergi sekolah diantar/ bersama ayahnya menggunakan sepeda motor). Selama menjadi penumpang setia kereta api, dia tidak melamun apalagi tertidur, tetapi mencatat dalam hati dan memikirkan kejadian-kejadian yang tampak di depan batang hidungnya. Hal-hal yang tidak luput dari perhatiannya itu misalnya: banyaknya penumpang yang tidak pernah membeli karcis kereta. Mereka ingin menjadi penumpang gratisan setiap hari. Mereka akan membayar tiket jika kepergok oleh kondekturnya. Dan hal itu menurut Rizki sangat tidak baik, karena jika terjadi kecelakaan, perusahaan kereta api tidak akan pernah bertanggung jawab terhadap penumpang yang nakal tersebut. Penumpang-penumpang seperti itu tidak akan mendapat asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja. Kenakalan lain penumpang kereta api adalah mencuri peralatan-peralatan kereta yang sekiranya bisa diambil oleh tangan jahilnya, sehingga kereta yang mereka gunakan setiap hari semakin berkurang kelengkapan peralatannya. Rizki menyayangkan tidak adanya tindakan yang tegas dari pemerintah paling tidak dari jawatan kereta api itu sendiri terhadap kejadian-kejadian tersebut.

Dengan menemukan “keistimewaan” serta mendapatkan informasi lengkap tentang kemampuan siswa-siswi kita dari berbagai aspek keterampilan berbahasa, kita sebagai guru khususnya guru bahasa akan lebih mudah merancang strategi pembelajaran selanjutnya, demi tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal.***

Referensi:

Yusuf, Syamsu. 2001. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

16 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://niceceu.blogsome.com/2006/10/07/keterampilan-berbicara-siswa-smp/trackback/

  1. tong narsislah maneh bising di sumpahan!!!!!!!!!

    Comment by odangdut — October 30, 2006 @ 9:25 am

  2. Alhamdulillah kenarsisan saya ada yang sirik

    Comment by nice_ceu — November 2, 2006 @ 2:57 am

  3. bagus bu. saya suka dengan inisaitif ibu dalam melatih siswa. dan juga dengan inisiatif utk berbagi lewat blog. maju terus bu..

    Comment by khairulu — November 12, 2006 @ 8:37 am

  4. Ma kasih banget Khairulu. Who are you? I want to know with you!!

    Comment by popon saadah — November 13, 2006 @ 1:41 am

  5. nuhun nya Bu Popon Abi tiasa leubeut kana Blogna ibu

    Comment by Nadia Fitri — November 15, 2006 @ 10:25 am

  6. ieu teh bu Popon nu kantos kuliah di UPI sareng entragan 2000 basa Sunda tea sanes?

    Comment by rita — November 16, 2006 @ 2:49 am

  7. wessssss! nggak nyangka nadia sama rizky masuk blognya ibu! tapi euy bu! foto-foto mereka kok nggak kobe ya?bu naha yoland nya ilang he…hee…(BECANDA)???? kan di sebelah nadia ada yoland? ah ibu mah, tapi nggak apa2 lah, yang penting temen yoland masuk bolg ibu!

    Comment by yolanda 9c — November 16, 2006 @ 9:12 am

  8. Yoland, poto Yoland mah ayana dina blog nu ieu: http://pop.blogsome.com, sok buka geura.

    Comment by Guru B. Sunda kls 3 — November 17, 2006 @ 2:45 am

  9. Leres Rita, abdi kantos ngiring kuliah di jurusan Bhs. Daerah UPI bdg, sasarengan sareng entragan 2000. Salam ka barudak entragan 2000 jurusan Sunda. Kontak terus ya!

    Comment by Guru B. Sunda kls 3 — November 17, 2006 @ 2:52 am

  10. Narsis …. hehehe ….
    Menurutku sih setiap pendidik yang masih memiliki idealisme tinggi untuk memajukan anak didiknya ya harus ngikuti jejak seperti ini. Memberikan apresiasi buat anak didiknya yang berprestasi walaupun melalui dunia maya ini.
    Sikap para pendidik sekarang ini mamang banyak yang narsis tuh… mereka banyak yang mementingkan keperluan pribadinya daripada memajukan anak didiknya. Contohnya … ngak mau nulisnya deh, silahkan renungkan aja sendiri.

    Comment by Tibelat — November 22, 2006 @ 12:59 am

  11. Iya akh, mau direnungkan sendiri…(introsfeksi diri!!)

    Comment by nice_ceu — November 23, 2006 @ 3:05 am

  12. weizzz… kerenz bahasanya lah bu…
    tapi… kok foto eghienya kok ilang ya bu…?
    he… itu mah kan 3C, lupa…. :p

    Comment by re.... gina.... l — March 21, 2007 @ 11:50 am

  13. ada contoh naskah pidato tentang bahaya narkoba tidak?

    Comment by medi — October 7, 2007 @ 10:56 pm

  14. senda me please a speech about sport in indonesian language?!!!!

    Comment by adolf — July 22, 2008 @ 1:52 pm

  15. great teacher…

    Comment by winarno — July 24, 2008 @ 4:12 am

  16. Terima kasih atas kujungannya Bp Winarno, tapi saya bukanlah seorang great teacher.

    Comment by nice_ceu — July 24, 2008 @ 9:13 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M