Aku, Rasa, dan Logika

January 28, 2007

Ngobrol Asyik dengan Sang Ketua OSIS

Filed under: Bincang-bincang

Desty

Desty Hapsari Kirana adalah ketua OSIS SMPN 4 Cimahi periode 2006-2007. Dia anak bungsu dari dua bersaudara. Remaja yang lahir pada 8 Januari 1992 ini mempunyai hobby baca novel. Tapi soal makanan, tak ada yang menjadi makanan favoritnya, “semua makanan saya suka,” katanya. Dan siswa kelas 3 SMP yang bercita-cita menjadi arsitek ini punya prestasi, semasa di SD selalu rangking I. Dalam bidang olahraga: ketika di SD pernah meraih juara I lomba lari 100 m (sprint) se-Kota Cimahi, dan di SMP meraih juara IV pada kejuaraan yang sama se-Kota Bandung.
Sekilas dia tak ada bedanya dengan siswa yang lain, penampilannya besahaja, dan riang gembira ala remaja. Tapi bila sudah ditanya soal jabatan yang masih disandangnya saat ini, pembicaraannya cukup serius, gamblang dan kritis. Biar lebih seru, ikutilah obrolan langsung saya (Popon Saadah) dengan Desty di bawah ini.

Tanya: Waktu ada pendaftaran calon ketua OSIS di sekolah kamu, kenapa kamu berminat mencalonkan diri?

Jawab: Dalam rangka latihan jadi pemimpin yang sebenarnya. Menurut Desty, kalau ingin jadi pemimpin suatu organisasi itu harus latihan dulu. Nah, jadi pemimpin OSIS itu sebagai latihan jadi pemimpin di masyarakat nanti.

T: Apa pengalaman kamu yang kamu anggap paling berkesan selama menjabat ketua OSIS?

J: Banyak lah. Kita bisa dikenal sama seluruh siswa, bisa dikenal sama guru-gurunya, (bisa populer, red.).

T: Terus, apa yang menjadi hambatan program kerja kamu?

J: Hambatannya ada pada para Pembina OSIS. Maksudnya, kalau Pembina OSIS-nya banyak melarang kegiatan-kegiatan yang sudah diprogram oleh OSIS, jelas kami nggak bisa berkembang. Selain itu, kalau pembinanya mengurangi atau memperkecil jumlah dana yang diberikan pada OSIS untuk berbagai kegiatan juga sangat menghambat. (more…)

January 24, 2007

Batu Melayang

Filed under: Stop Pers

Artikel Kiriman Seorang Teman

Wallaahu’alam bisshawab
Subhannallah. ..

Bukti kebesaran Allah SWT, batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW di masa beliau melaksanakan Isra Mi’raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Konon pada saat Nabi Muhammad akan ber-mi’raj, batu tersebut ingin ikut, tetapi segera beliau menghentakan kakinya pada batu itu, maksudnya agar batu tersebut tak usah ikut. Batu gantung ajaib itu berada dalam masjid Umar (Dome of The Rock) di Lingkungan Masjidil Aqsha di Yarusalem.
Di bawah ini adalah foto pemberian teman saya sewaktu dia melawat Al Aqsa (yg sebenarnya) di Jerusalem, Subhanallah …
Foto ini bisa lolos karena tidak diketahui oleh pihak Israel yang menjaga tempat itu dengan sangat ketat.

Amazing Stone

Sampai sekarang mesjid Dome of The Rock ditutup untuk umum. Dan Yahudi membuat mesjid lain bernama Al Sakhra tak jauh di sebelahnya dengan kubah “emas” (yg sering terlihat di poster2 yg disebarkan ke seluruh dunia dimana2). Mesjid itu disebut sebagai Al Aqsa, dengan maksud mengelabui ummat Islam yang tidak tahu dimana mesjid Al Aqsa yang sebenarnya. Saat ini mesjid Al Aqsa yg sebenarnya sudah diambil alih oleh Israel, dan rencananya mau dihancurkan untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka karena bersebelahan dengan tembok ratapan.

January 19, 2007

Bila Guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan) Tidak Sesuai dengan Harapan Walikelas dan Orangtua Siswa

Filed under: Opini Pribadi

peserta didik

Oleh Popon Saadah

Ditinjau dari fungsinya, guru BP adalah guru pendamping walikelas dalam membimbing dan mendidik parasiswa titipan para orang tua. Bila kerjasama antara guru BP, walikelas, dan orang tua murid ini terjalin dengan baik, sudah dapat dipastikan akan berdampak positif dan mempercepat tercapainya tujuan pendidikan sesuai yang diharapkan semua pihak. Tapi pada kenyataannya untuk mencapai tahap yang terbaik itu selalu ada kendala. Kendalanya bisa dari berbagai faktor, bisa dari pihak guru di sekolah, bisa juga dari para orang tua murid.
Yang sangat disesalkan tentu saja bila kendala itu justru muncul dari orang yang dianggap berkompeten dalam menyelesaikan masalah-masalah siswa. Salah satu masalah yang tidak mustahil muncul ke permukaan sebagai hambatan adalah kapabilitas guru BP yang dipertanyakan dan diragukan. Hal ini bisa terjadi bila latar belakang pendidikan guru BP tersebut bukan dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Sehingga dalam menangani problem-problem parasiswanya terkesan serampangan, tidak bersifat edukatif, serta mengabaikan sisi psikologis siswa. Kalau pun dia berhasil menuntaskan sebuah masalah yang menimpa siswa, biasanya memunculkan masalah baru, seperti timbulnya kekecewaan dan antipati siswa pada pihak sekolah dikarenakan penanganan kasus yang tidak tepat. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M