Ngobrol Asyik dengan Sang Ketua OSIS
Desty Hapsari Kirana adalah ketua OSIS SMPN 4 Cimahi periode 2006-2007. Dia anak bungsu dari dua bersaudara. Remaja yang lahir pada 8 Januari 1992 ini mempunyai hobby baca novel. Tapi soal makanan, tak ada yang menjadi makanan favoritnya, “semua makanan saya suka,” katanya. Dan siswa kelas 3 SMP yang bercita-cita menjadi arsitek ini punya prestasi, semasa di SD selalu rangking I. Dalam bidang olahraga: ketika di SD pernah meraih juara I lomba lari 100 m (sprint) se-Kota Cimahi, dan di SMP meraih juara IV pada kejuaraan yang sama se-Kota Bandung.
Sekilas dia tak ada bedanya dengan siswa yang lain, penampilannya besahaja, dan riang gembira ala remaja. Tapi bila sudah ditanya soal jabatan yang masih disandangnya saat ini, pembicaraannya cukup serius, gamblang dan kritis. Biar lebih seru, ikutilah obrolan langsung saya (Popon Saadah) dengan Desty di bawah ini.
Tanya: Waktu ada pendaftaran calon ketua OSIS di sekolah kamu, kenapa kamu berminat mencalonkan diri?
Jawab: Dalam rangka latihan jadi pemimpin yang sebenarnya. Menurut Desty, kalau ingin jadi pemimpin suatu organisasi itu harus latihan dulu. Nah, jadi pemimpin OSIS itu sebagai latihan jadi pemimpin di masyarakat nanti.
T: Apa pengalaman kamu yang kamu anggap paling berkesan selama menjabat ketua OSIS?
J: Banyak lah. Kita bisa dikenal sama seluruh siswa, bisa dikenal sama guru-gurunya, (bisa populer, red.).
T: Terus, apa yang menjadi hambatan program kerja kamu?
J: Hambatannya ada pada para Pembina OSIS. Maksudnya, kalau Pembina OSIS-nya banyak melarang kegiatan-kegiatan yang sudah diprogram oleh OSIS, jelas kami nggak bisa berkembang. Selain itu, kalau pembinanya mengurangi atau memperkecil jumlah dana yang diberikan pada OSIS untuk berbagai kegiatan juga sangat menghambat. (more…)
