Aku, Rasa, dan Logika

October 21, 2007

Asal-usul Manusia

Filed under: Artikel Tamu

Nina Eikens

evolusi

17-08-2007

Teori evolusi bisa jadi tidak seperti apa yang selama ini diajarkan di sekolah-sekolah. Para ilmuwan menemukan sisa-sisa fosil nenek moyang manusia jaman sekarang di Kenya, Afrika. Tadinya dianggap bahwa Homo Habilis artinya manusia yang menggunakan tangan, dilanjutkan oleh Homo Erectus artinya manusia yang dapat berdiri. Namun dari fosil-fosil yang ditemukan, tampaknya keduanya hidup pada waktu yang bersamaan.

Dipertanyakan
Kesimpulan di atas tertera dalam majalah ilmu pengetahuan Nature. John de Vos, seorang ahli paleontologi manusia yang bekerja untuk Naturalis, yaitu Museum Biologi Nasional di Leiden, mempertanyakan penelitian tersebut. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari sejarah kehidupan di bumi, jadi flora dan fauna purba yang telah menjadi fosil.
Tujuh tahun lalu ditemukan dua fosil baru di Kenya. Fosil tersebut adalah secuil rahang atas Homo Habilis dan tengkorak Homo Erectus. Rahang tersebut berumur 1,4 juta tahun sementara Homo Habilis diperkirakan punah pada 1,7 hingga 2 juta tahun lampau. (more…)

Menaklukkan Gunung Slamet

Filed under: Artikel Tamu

Soe Hok Gie
gie

(Tulisan kiriman teman)

Catatan perjalanan ini diambil dari buku Zaman Peralihan, isinya merupakan kumpulan tulisan Soe Hok Gie yang pernah dimuat di berbagai media massa . Tulisan ini, pernah dimuat di Koran Kompas 14, 15, 16, dan 18 September 1967 .

Menaklukkan Gunung Slamet

Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth. (Walt Whitman, Song of the Open Road )

Ketika saya menyatakan akan memimpin pendakian Gunung Slamet bersama para mahasiswa, seorang kawan menyatakan bahwa saya gila. “Gunung itu tingginya 3.422 m, gunung nomer dua di Pulau Jawa. Dan menurut Junghun, ia mendaki gunung itu dengan merangkak. Di puncaknya pada musim-musim tertentu suhu dapat turun sekitar nol derajat.” Apa yang dikatakan kawan itu memang benar. Seorang rekan organisasi pendaki gunung di Bandung , Wanadri, mengatakan bahwa ketika ia masih bersama rombongan RPKAD mendaki dari lereng selatan, ia memerlukan waktu sebelas jam tanpa istirahat. Lagipula di Gunung Slamet tak ada air. Akhirnya saya putuskan bahwa saya akan mendaki gunung ini. Enam kawan yang terkuat berjalan seminggu sebelum kami. Sepulangnya, mereka memberikan semua informasi yang diperlukan. Dan selama itu saya mempersiapkan hal-hal yang perlu di Jakarta . Dalam rencana, peserta yang akan turut berjumlah 15 orang. Biaya transpor termurah kira-kira Rp. 400,00 pp. Sehingga diperlukan kira-kira Rp. 6.000,00 untuk biaya perjalanan. Uang kas Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam UI) hanya ada Rp. 1.200,00. Jadi saya harus mencari kira-kira Rp. 4.800,00.
(more…)

October 18, 2007

Bahasa Sunda

Filed under: Forum Guru

writing

Oleh Popon Saadah

Bila kebetulan kami para guru bahasa Sunda berkumpul atau bertemu di suatu tempat, selalu ada saja orang di luar profesi kami yang menganggap bahwa kami adalah guru yang mengajarkan pelajaran yang sulit dan klasik. Dan di antara mereka suka ada yang menghampiri serta ikut nimbrung percakapan kami. Anehnya pernyataan yang mereka ajukan kepada kami di mana pun dan kapan pun selalu sama. Pernyataan-pernyataan itu seperti berikut.
“Bahasa Sunda itu susah ya, anak-anak kami enggan menggunakannya karena takut salah menggunakan undak-usuk basa. Dalam mata pelajaran bahasa Sunda itu banyak istilah yang aneh, seperti ngaran-ngaran kekembangan dan ngaran-ngaran anak sasatoan. Dulu waktu kami masih sekolah di SD semua itu hapal di luar kepala. Wah sekarang sudah pada lupa tuh. Undak-usuk basa itu njelimet ya….saya benar-benar takut salah menggunakannya.”
Pernyataan itu selalu berulang ditujukan kepada kami di setiap kesempatan dari orang yang berbeda. Saya sebagai guru bahasa Sunda merasa bosan menanggapinya. Apa tak ada lagi pernyataan lain yang lebih menarik untuk direspon? (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M