Aku, Rasa, dan Logika

October 21, 2007

Asal-usul Manusia

Filed under: Artikel Tamu

Nina Eikens

evolusi

17-08-2007

Teori evolusi bisa jadi tidak seperti apa yang selama ini diajarkan di sekolah-sekolah. Para ilmuwan menemukan sisa-sisa fosil nenek moyang manusia jaman sekarang di Kenya, Afrika. Tadinya dianggap bahwa Homo Habilis artinya manusia yang menggunakan tangan, dilanjutkan oleh Homo Erectus artinya manusia yang dapat berdiri. Namun dari fosil-fosil yang ditemukan, tampaknya keduanya hidup pada waktu yang bersamaan.

Dipertanyakan
Kesimpulan di atas tertera dalam majalah ilmu pengetahuan Nature. John de Vos, seorang ahli paleontologi manusia yang bekerja untuk Naturalis, yaitu Museum Biologi Nasional di Leiden, mempertanyakan penelitian tersebut. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari sejarah kehidupan di bumi, jadi flora dan fauna purba yang telah menjadi fosil.
Tujuh tahun lalu ditemukan dua fosil baru di Kenya. Fosil tersebut adalah secuil rahang atas Homo Habilis dan tengkorak Homo Erectus. Rahang tersebut berumur 1,4 juta tahun sementara Homo Habilis diperkirakan punah pada 1,7 hingga 2 juta tahun lampau.
Hingga sekarang dianggap bahwa Homo Habilis yang bertubuh kecil seperti kera, berevolusi menjadi Homo Erectus yang besar. Homo Erectus ini kemudian berevolusi menjadi manusia, yang disebut Homo Sapiens. Tapi penemuan fosil tersebut memperlihatkan bahwa kedua spesies itu jelas pernah hidup bersama selama setengah juta tahun, kira-kira sekitar satu setengah juta tahun lalu. Jadi Homo Erectus tidak mungkin berasal dari Homo Habilis. Demikian kesimpulan Meave dan Louise Leakey serta warga Belanda Fred Spoor pada proyek riset internasional Koobi Fora di majalah ilmiah Nature.

Dua gagasan
Tidak ada kesepakatan tentang evolusi manusia. Hasil penelitian ini adalah juga penafsiran para penulis, demikian John de Vos mengingatkan. “Manusia sebenarnya belum benar-benar sepakat tentang apa yang terajdi. Tapi secara umum orang punya gambaran bahwa evolusi tidak terjadi dalam satu garis lurus.” Ada dua gagasan tentang evolusi manusia, demikian John de Vos:
John de Vos: “Gagasan pertama, adalah manusia atau Homo Sapiens, seperti kita, muncul di Afrika. Mungkin dari Homo Erectus. Itu adalah satu-satunya mahluk yang ada di kawasan tersebut. Homo Sapiens itu kemudian mengembara ke seluruh dunia dan spesies yang lebih tua tersingkirkan.”
Teori lain berpendapat, manusia tidak berasal dari Afrika, tapi muncul pada berbagai tempat di bumi, pada waktu yang kurang lebih bersamaan. Sekali lagi John de Vos:
John de Vos: “Teori lainnya adalah bahwa Homo Erectus tiba di dunia lama. Dari Homo Erectus di seluruh dunia, muncul secara bertahap Homo Sapiens, seperti kita ini. Inilah ide multiregional yang indah.”
De Vos belum sepenuhnya yakin dengan penemuan para peneliti tersebut. “Jujur saja, yang kita bicarakan ini hanya potongan rahang atas yang geliginya juga sudah sangat rusak. Para penulis harus datang dengan pendapat yang kuat untuk bisa mengatakan bahwa itu adalah potongan rahang Homo Habilis, namun saya masih ragu.”

Dipertanyakan
De Vos juga mempertanyakan tengkorak yang dinyatakan tengkorak Homo Erectus.
John de Vos: “Tengkorak mereka tergolong kecil, dengan isi sekitar 600 sentimeter persegi. Mereka malah mengatakan itu adalah ciri khusus Homo Erectus. Saya jadi berpikir, jika hal tersebut dibalik, si habilis adalah seorang erectus dan sebaliknya, kamu kembali lagi ke jalur yang sama.”
Menurut John de Vos kedua spesies memang pernah saling bersimpangan jalan. “Tapi pertanyaannya tentu saja apakah mereka saling mengenali satu sama lain sebagai satu spesies yang sama.”

Sumber:
Radio Nederland: http://www.ranesi. nl/tema/pengetah uan/silsilah_ manusia_rumit070 817

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://niceceu.blogsome.com/2007/10/21/67/trackback/

  1. yang jelas dank tentang manusia purba

    Comment by wulan — May 19, 2009 @ 3:39 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M