Perlukah Belajar Semalam Suntuk?

Oleh Drs. Ratma Budi Priatna
Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Maret. Semua perhatian masyarakat kampus akan tertuju pada Ujian Akhir Semester dan Her. Bila diperhatikan dengan seksama, masih banyak mahasiswa yang tenang-tenang saja menjelang UAS tersebut. Terlihat dari cara pengerjaan tugas-tugas, yang seharusnya dikerjakan secara mandiri di rumah, mereka malah mengerjakannya di selasar kampus dengan cara copy paste. Padahal harapan para pemberi tugas, bila mahasiswa tidak menguasai materi dan soal-soal latihan, di antara mereka akan terjadi dialog dan diskusi tentang tugas tersebut, sehingga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya.
Ketika masuk ke sesi ujian, banyak mahasiswa yang belajar mati-matian semalam suntuk. Semua itu demi memadatkan isi kepalanya dengan berbagai materi perkuliahan dalam waktu singkat. Usaha semacam ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa yang tidak berpikir panjang ke masa depan. Tidak mempunyai rancangan, mau menjadi apa kelak setelah dia lulus dari tempat di mana dia menimba ilmu selama ini. Mahasiswa seperti itu seringkali menunda waktu belajarnya sampai menjelang waktu akhir menghadapi ujian. Mereka beranggapan bahwa usaha tersebut dapat mengganti dan melunasi waktu yang sudah berlalu dan terbuang begitu saja. Mereka beranggapan pula bahwa persiapan itu sudah cukup untuk menghadapi ujian, tak berbeda dengan rekan-rekannya yang sudah jauh-jauh hari mengadakan persiapan. Dan tidak menutup kemungkinan, nilanya lebih besar dari nilai rekan-rekannya yang sebelumnya telah mengadakan persiapan. Hal itu bisa merupakan sebuah kebetulan dan keberuntungan.
Melihat faktor keberuntungan seperti itu, haruskah kita mengikuti jejak langkah mereka dalam belajar? Saya pikir jangan meniru cara seperti itu. Jangan sekali-kali menunda-nunda waktu belajar untuk menguasai materi perkuliahan. Belajar dengan cara ngebut semalam suntuk harus dihindari. Tapi bukan berarti para mahasiswa harus menjadi kutu buku setiap hari, sehingga bisa mengakibatkan kita berkacamata tebal. Idealnya mahasiswa juga harus bisa membagi waktu untuk melakukan kegiatan lain yang disukainya sesuai dengan dunia mudanya. Yang penting di sini adalah persiapan dan pengaturan waktu yang baik, sehingga hidup menjadi teratur, perkuliahan bisa dikuasai dengan baik, serta kita tetap bisa menikmati kegiatan-kegiatan lain yang kita sukai.


