Aku, Rasa, dan Logika

June 27, 2008

Guru Bahasa Sudah Seharusnya Menguasai Teknik Menulis

Filed under: Forum Guru

Oleh Popon Saadah

Ketika seseorang menyadari bahwa dia adalah seorang guru bahasa, pada saat itu harus sadar pula akan kewajibannya menguasai empat aspek ketrampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek tersebut merupakan syarat mutlak yang harus dikuasai oleh para guru bahasa, baik guru bahasa daerah, bahasa nasional, bahasa internasional, maupun bahasa asing lainnya.
Seorang guru bahasa harus terampil menyimak semua yang dilisankan orang di luar dirinya, dan tahu ilmunya. Guru bahasa harus terampil berbicara di depan umum, di dalam forum, maupun bercakap-cakap dengan lawan bicaranya, karena faham ilmunya. Guru bahasa harus terampil membaca segala macam yang bisa dibaca, karena menguasai ilmunya. Guru bahasa harus terampil menulis, dalam hal ini menulis kreatif, juga dengan ilmunya.
Menulis kreatif adalah level paling sulit dari keempat aspek tersebut di atas, dan seorang guru bahasa wajib menguasainya. Idealnya seorang guru bahasa sudah bukan waktunya menghasilkan tulisan alakadarnya dan sekehendak hatinya sendiri dengan mengabaikan aturan yang berlaku. Sejatinya dia harus bisa melampaui karya-karya anak didiknya, dengan menghasilkan karya yang baik isi maupun bentuknya digarap dengan serius. Oleh karena itu seorang guru bahasa wajib menguasai teknik menulis kreatif.
Kegiatan yang sudah seharusnya menjadi kebiasaan guru bahasa adalah:
1. Tak kenal lelah mencari dan membaca referensi yang berhubungan dengan teori menulis. Dengan mempelajari teori menulis dia akan menghasilkan tulisan yang sesuai dengan rambu-rambunya serta terhindar dari berbagai macam kesalahan berbahasa.
Beruntung, sekarang buku-buku yang mengupas tentang bagaimana caranya agar kita menjadi penulis handal sangat berlimpah. Mulai dari buku yang tipis dan simpel isinya, sampai kepada buku yang isinya serba lengkap, saya kira tersedia di toko-toko buku. Tak ada salahnya, bahkan mungkin akan lebih baik kita berpedoman pada buku-buku tersebut sebagai panduan, agar tulisan kita sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama.
2. Membaca karya-karya bermutu, baik karya sastra, esay, maupun artikel. Dengan mempelajari dan mengapresiasi tulisan-tulisan yang berkualitas, sama artinya dengan mengasah keterampilan menulis kita.
3. Latihan menuangkan gagasan sesering mungkin, sehingga pikiran dan tangan kita akan terlatih secara otomatis dalam menuliskan ide-ide yang ingin segera kita tulis.
Bagaimana jadinya bila seorang guru bahasa tidak paham tentang keempat aspek berbahasa ini? Bagaimana jadinya bila seorang guru bahasa sama sekali tak tahu seluk beluk aturan menulis kreatif? Bagaimana bisa mengoreksi pekerjaan dan hasil karya siswa bila karyanya sendiri masih mentah dan terlalu banyak yang harus dikoreksi? Bagaimana bisa meningkatkan mutu dan potensi berbahasa para siswanya bila dia sendiri malas dan tidak berminat menggeluti bidang yang seharusnya dia kuasai?
Jangan berharap terlalu banyak pada anak didik, bila keadaan gurunya masih berkutat pada permasalahan yang sudah diuraikan di atas.

June 12, 2008

Hatiku Saat ini

Filed under: Ungkapan Perasaan






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M