Aku, Rasa, dan Logika

February 1, 2009

Sekilas Perjalanan Karyawisata ke Yogyakarta

Filed under: Laporan Perjalanan

Karyawisata SMPN 4 Cimahi ke Yogyakarta kali ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2009. Berangkat dari Cimahi menuju Yogyakarta Senin malam. Sebelum berangkat panitia mengadakan briefing terlebih dahulu serta mengadakan persiapan-persiapan lainnya. Kami harus bekerja ekstra, mengingat para siswa yang akan dibimbing adalah remaja tanggung yang masih sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan dari kami sebagai orang tuanya di luar rumah.

***

Jam 22.00 rombongan yang terdiri dari lima bis berangkat menuju tujuan wisata. Setelah sekian jam menempuh perjalanan, rombongan berhenti untuk istirahat sejenak di Ciawi, serta di daerah Jatilawang untuk melaksanakan solat subuh.

***

Perjalanan dilanjutkan menuju obyek wisata Gua Jatijajar. Di tempat ini para siswa diberi kesempatan untuk menikmati keindahan alam Gua Jatijajar beserta keeksotikannya. Sebagaimana tempat-tempat wisata lainnya, di tempat ini pun begitu banyak orang berjualan, terutama berdagang berbagai macam barang yang tidak jauh berbeda dengan barang-barang yang dijajakan di tempat-tempat lain di Jawa Tengah ini, yaitu cinderamata atau hasil kerajinan tangan yang terbuat dari kayu, batu, dan pakaian batik, seperti cobek (coet), gantungan kunci, tasbe, asbak, berbagai mainan anak-anak, kalung, gelang, serta asesoris lainnya, juga daster, celana, baju yang bercorak batik, dsb.

Memasuki Gua Jatijajar, seakan memasuki dunia remang-remang. Dunianya para mahluk yang lebih suka hidup dalam kegelapan. Di dalam gua terdapat beberapa patung yang diterangi oleh sederetan lampu yang memancarkan sinar tidak sempurna. Aroma tak sedap sangat lekat mengelilingi kami. Lebih dalam lagi kita menyusuri lorongnya dengan melewati tangga yang licin, akan semakin tercium bau yang tidak sedap itu, seperti baunya kotoran kelelawar, hingga penulis tak kuasa meneruskan perjalanan menembus ujung gua menemani para siswa yang masih kuat berjalan menyusuri jalan keluar. Dalam keadaan remang-remang itu penulis terpaksa kembali lagi menapaki jalan semula untuk keluar dari gua ini serta keluar dari sergapan aroma kotoran kelelawar itu.
Setelah kami merasa puas, perjalanan dilanjutkan menuju rumah makan Grafika Kalasan. Karena semuanya merasa kelelahan dan lapar, makan siang itu begitu seru dan nikmat. Cuma sayang, makan yang lahap dan nikmat itu harus diakhiri dengan minum teh manis, satu hal yang tak pernah penulis lakukan. Mungkin karena berbeda kebiasaan antara orang Jawa dan orang Sunda itulah minumku saat itu jadi terasa barinjan (rasa manis yang tidak enak di lidah). Sebagai orang Sunda, penulis biasa menutup kegiatan makan dengan air putih atau air teh tawar.

***

Setelah makan siang rencananya kami akan berkunjung ke Candi Prambanan, tapi terhalang oleh datangnya hujan, hingga rombongan sempat terhenti beberapa saat, menunggu hujan reda. Sebagian peserta rombongan menunggu di dalam bis, sebagian lagi masih betah duduk-duduk di rumah makan. Akhirnya kami mengalah pada Sang Hujan, dalam keadaan gerimis rombongan memaksakan diri melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan. Tiba di tempat tujuan kami menembus gerimis itu sambil berpayung ria tentunya. Di tengah hujan yang kadang-kadang berubah menjadi lebat, para siswa dan guru-guru masih sempat berburu cinderamata untuk oleh-oleh para kerabat yang ditinggalkan di tempat asal.

***

Di sore hari kami tiba di hotel Bhineka yang letaknya berdekatan dengan Stasiun Tugu dan Malioboro. Di sinilah kami baru bisa merasakan istirahat yang sebenarnya, bisa mandi, ganti pakaian, rebahan, dan berselonjor kaki di tempat tidur sambil nonton acara televisi.

Pada malam hari, setelah selesai acara makan malam, diadakan acara hiburan organ tunggalnya Pak Sutarmas, untuk yang betah berada di penginapan. Untuk yang berminat jalan-jalan, dipersilahkan menikmati kehidupan malam Yogyakarta dengan Malioboronya, sambil berbelanja.

Esok harinya setelah sarapan bersama, kami siap berkelana lagi. Hari ini jadwal kunjungan ke obyek wisata lebih padat. Pagi jam 9 kami berkunjung ke Keraton Yogyakarta.

Di area yang masih terasa atmosfir kefeodalannya, para pengunjung dilarang memakai topi, serta setiap pengunjung yang membawa kamera dan sejenisnya diwajibkan lapor ke bagian penerima tamu dengan dipungut biaya untuk pemotretan di dalam keraton Rp. 1000,- perorang.
Ternyata banyak sekali koleksi Keraton Yogyakarta ini, dari mulai alat-alat rumah tangga, waditra (alat musik) sampai lukisan. Dengan begitu berkunjung ke tempat ini sama dengan belajar tentang kebudayaan Jawa.

***

Kemudian kami semua tiba juga di Taman Pintar.
Di wahana yang serba pintar ini para siswa asyik mencoba berbagai peralatan teknologi modern untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam rangka mempertahankan dan menyelamatkan diri dari berbagai bencana alam, seperti salah satu contohnya adalah wahana untuk simulasi menghadapi gempa bumi. Masih di area Taman pintar, rombongan SMPN 4 Cimahi sempat pula menonton film empat dimensi dan memasuki gedung sejarah perjuangan pahlawan Indonesia, terutama pahlawan pendidikan.

***

Selanjutnya rombongan berkunjung ke Candi Borobudur. Belum satu jam rombongan kami tiba di tempat ini, sudah disambut oleh guyuran hujan berikut petirnya. Hingga kami tak bisa berlama-lama bereksplorasi tentang tempat bersejarah ini, semua anggota rombongan basah kuyup meskipun menggunakan payung sewaan, karena angin bertiup kencang. Untung sebagian siswa masih punya waktu untuk bergaya di depan candi yang megah itu.
Karena seluruh tubuh kami tak ada yang luput dari siraman hujan, terpaksa semuanya bergiliran berganti pakaian di dalam bis.

Perjalanan karyawisata ini diakhiri di rumah makan Grafika, Gombong. Untuk melepas lelah dan menghibur diri, di tempat ini diadakan panggung pertunjukan. Acara hiburan diisi oleh suguhan berupa unjuk kebolehan para siswa, para guru, maupun crew bis Kramat Djati dalam bernyanyi, berjoged, juga permainan oleh sebagian anggota rombongan, perwakilan dari tiap bis.

Dan acara ini mau tidak mau harus berakhir. Pada tengah malam itu, dengan rasa kantuk yang hebat, diiringi hujan gerimis yang sepertinya tak mau berhenti turun, kami memasuki bis masing-masing untuk kembali menempuh perjalanan pulang menuju Cimahi.
Beberapa jam kemudian bis kembali berhenti sejenak di Ciawi untuk solat subuh. Selanjutnya kelima bis itu berpacu dengan waktu, memenuhi jadwal yang telah ditentukan, bahwa para siswa harus tiba di sekolah dengan selamat pada Kamis pagi, karena para orang tua sudah pasti sedang menunggu kepulangan putra-putrinya.

5 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://niceceu.blogsome.com/2009/02/01/sekilas-perjalanan-karyawisata-ke-yogyakarta/trackback/

  1. Duuuuh jadi malu niiih! ini malu beneran bukan malu rindu ….he he he… ada fotoku, ck ck ck… Selamat beristirahat deeh.

    Comment by nia — February 1, 2009 @ 10:14 am

  2. asyik membaca pengalaman perjalanan karyawisata, jadi tahu sedikit ttg Jogya, karena waktu dulu saya ke tempat ini tdk mengunjungi apa yang penulis ceritakan…thanks….

    Comment by urang sebrang — February 1, 2009 @ 7:26 pm

  3. Untuk Bu Nia:
    Sengaja saya pasang poto Bu Nia di atas, biar lebih ngetop lagi hehehe…

    Untuk Urang Sebrang:
    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

    Comment by niceceu — February 2, 2009 @ 2:59 am

  4. Salam,
    Bu Guru, hasil jepretanna mantap, terutami foto candi borobudur sareng prambanan. Padahal nganggo kamera saku sanes? Saneees! :-)

    Comment by gajah_kurus — February 2, 2009 @ 5:30 am

  5. Waalaikumsalam,
    Mantap nya? Saha heula atuh guruna sareng saha heula nu ngarencangan milarian kamera anu sae, urang Galunggung sanes? Saneeessss……

    Comment by nice_ceu — February 3, 2009 @ 4:12 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M