Menyusun Skripsi Minor? …Siapa takut!

Oleh Drs. Ratma Budi Priatna
Menulis skripsi minor sering kali menjadi mimpi buruk bagi sebagian mahasiswa, terutama mahasiswa yang tidak terbiasa menuangkan gagasan dalam bahasa tulis. Menyampaikan isi pikiran melalui bahasa tulis memang memerlukan keahlian tersendiri. Hal ini dapat dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir, itu pun bila mereka sering mengasah keterampilan menulisnya hingga menjadi terbiasa. Dengan sering mengasah dengan cara menuangkan hasil berpikirnya ke dalam bahasa tulis, maka kita akan terbiasa pula mengemukakan pendapat secara sistematis.
Salah satu kendala yang dihadapi para mahasiswa dalam proses penyusunan tugas akhir berupa skripsi minor adalah sulitnya menentukan topik bahasan. Oleh karena itu, saran saya pilihlah topik bahasan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anda. Hal lain yang tak kalah pentingnya untuk dipikirkan, apakah data-data yang dibutuhkan bisa dengan mudah diperoleh? Hal itu benar-benar harus dipikirkan agar penyusunan skripsi minor tersebut tidak menjadi beban berat bagi anda. Bila topik bahasan skripsi sesuai dengan minat dan kemampuan anda, bisa dipastikan dalam proses pengerjaannya akan disertai dengan semangat dalam menggali setiap informasi yang dibutuhkan.
Untuk mengetahui topik bahasan skripsi yang kita minati, tak terlalu sulit. Tanya diri anda sendiri, apa alasannya dulu anda memilih program studi yang sekarang sedang anda geluti ini? Renungkan, apakah anda benar-benar serius menggeluti bidang yang anda pilih ini? Lihat dan kaji kembali tugas-tugas yang telah anda kerjakan dari setiap mata kuliah yang telah diikuti selama ini.
Tapi faktanya, topik bahasan skripsi yang sesuai minat dan kemampuan kita pun tidak menjamin terlepas dari permasalahan. Sering kali para mahasiswa menggarap serta menguraikan topik bahasannya terlalu luas atau sebaliknya, terlalu sempit. Untuk mengatasi masalah ini, buatlah pertanyaan-pertanyaan tentang semua hal yang akan kita uraikan pada skripsi kita. Setelah membuat daftar pertanyaan tentang bidang garapan kita itu, lalu diskusikan dengan dosen pembimbing. Jangan takut dan segan bertanya kepada para dosen pembimbing, karena memang tugas merekalah membimbing dan mengarahkan para mahasiswanya dalam menulis skripsi minor tersebut, sehingga tugas akhir mereka ini diselesaikan dengan baik dan benar.
Di dalam skripsi minor itu biasanya dibahas pokok-pokok pikiran umum yang dikemukakan oleh mereka yang berkompeten di bidangnya. Kemudian dianalisis oleh penyusun skripsi berdasarkan kasus yang dihadapi dalam kehidupan nyata di mana mahasiswa pernah melaksanakan PKL pada semester V/ IV. Untuk menyempurnakan pekerjaan anda, perbanyaklah membaca buku-buku atau pun jurnal ilmiah sebagai bahan referensi. Tulisan atau artikel yang terdapat dalam buku atau jurnal ilmiah bisa dijadikan ide dalam proses penyelesaian karya tulis anda.
Hal terpenting yang harus diingat adalah, jangan berpikir bahwa skripsi minor yang anda tulis itu harus memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. Dalam hal ini anda tidak diwajibkan menemukan suatu temuan ilmiah yang spektakuler. Skripsi minor anda hanya merupakan kajian dari pengetahuan yang telah didapat sebelumnya.
Kiat terakhir, bila masih tidak yakin dengan dengan topik bahasan yang sudah anda persiapkan, sah-sah saja bila anda melihat-lihat skripsi minor karya orang lain di perpustakaan kampus untuk bahan rujukan. Yang harus diingat, janganlah skripsi minor karya orang lain itu dicontek habis-habisan. Anda nanti disebut plagiator jadinya. Dan lulus kuliah dengan usaha diri sendiri yang maksimal akan lebih menyenangkan. ***

