Aku, Rasa, dan Logika

January 19, 2007

Bila Guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan) Tidak Sesuai dengan Harapan Walikelas dan Orangtua Siswa

Filed under: Opini Pribadi

peserta didik

Oleh Popon Saadah

Ditinjau dari fungsinya, guru BP adalah guru pendamping walikelas dalam membimbing dan mendidik parasiswa titipan para orang tua. Bila kerjasama antara guru BP, walikelas, dan orang tua murid ini terjalin dengan baik, sudah dapat dipastikan akan berdampak positif dan mempercepat tercapainya tujuan pendidikan sesuai yang diharapkan semua pihak. Tapi pada kenyataannya untuk mencapai tahap yang terbaik itu selalu ada kendala. Kendalanya bisa dari berbagai faktor, bisa dari pihak guru di sekolah, bisa juga dari para orang tua murid.
Yang sangat disesalkan tentu saja bila kendala itu justru muncul dari orang yang dianggap berkompeten dalam menyelesaikan masalah-masalah siswa. Salah satu masalah yang tidak mustahil muncul ke permukaan sebagai hambatan adalah kapabilitas guru BP yang dipertanyakan dan diragukan. Hal ini bisa terjadi bila latar belakang pendidikan guru BP tersebut bukan dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Sehingga dalam menangani problem-problem parasiswanya terkesan serampangan, tidak bersifat edukatif, serta mengabaikan sisi psikologis siswa. Kalau pun dia berhasil menuntaskan sebuah masalah yang menimpa siswa, biasanya memunculkan masalah baru, seperti timbulnya kekecewaan dan antipati siswa pada pihak sekolah dikarenakan penanganan kasus yang tidak tepat. (more…)

October 28, 2006

Mari Berbicara Mengenai Pengawas Pendidikan

Filed under: Opini Pribadi

knowledge

Oleh Popon Saadah

Tulisan yang bernada sumbang tentang keberadaan pengawas pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan sesekali muncul di salahsatu surat kabar harian di Jawa Barat. Yang mereka persoalkan adalah fungsi dan kinerja parapengawas pendidikan yang masih jauh dari harapan. Berdasarkan opini-opini mengenai hal itu, ijinkanlah penulis ikut serta mengomentari, mengkritisi, dan lebih jauhnya memberikan masukan kepada mereka demi sesuatu yang sudah menjadi tugas kita bersama, yaitu mencerdaskan bangsa. Uraian tentang pengalaman serta sumbang saran penulis untuk para pengawas,.seperti diuraikan di bawah ini.
Selama menjalani profesi guru selama belasan tahun, penulis sering kedatangan pengawas pendidikan dari Dinas Pendidikan Kota. Sesuai dengan jabatannya, mereka datang ke lembaga-lembaga pendidikan (sekolah) dengan tujuan mengawasi jalannya kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung. Bagaimana cara mereka menjalankan tugasnya tersebut? Tindakan-tindakan apa saja yang mereka lakukan ketika menjalankan kepengawasannya? Seberapa besarkah kontribusi mereka terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? (more…)

October 7, 2006

Keterampilan Berbicara Siswa SMP

Filed under: Opini Pribadi

in the classroom

Oleh Popon Saadah

Sebagai mahluk yang diciptakan dengan sempurna, sejatinya manusia menguasai keempat aspek ketrampilan berbahasa untuk kepentingan berkomunikasi dengan individu di luar dirinya. Keempat keterampilan tersebut adalah menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dan keterampilan itu akan dapat kita kuasai dengan baik, apabila kita melakukan kegiatan berupa latihan-latihan yang erat kaitannya dengan keterampilan berbahasa tersebut.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan, adalah salah satu tempat yang paling strategis dalam menciptakan insan-insan yang terampil berbahasa, baik bahasa ibu, bahasa nasional maupun bahasa asing dalam bentuk lisan dan tulisan.
Keempat aspek ketrampilan berbahasa tersebut di atas, sama pentingnya serta di dalam prakteknya akan saling mendukung satu sama lain. Tetapi dalam tulisan ini hanya akan dibahas salah satu aspek saja, yaitu keterampilan berbicara, yang tidak bisa diabaikan begitu saja, terutama oleh para guru bahasa yang mempunyai kewajiban mendidik dan melatih parasiswanya demi tercapainya tujuan yang diharapkan. (more…)

September 30, 2006

Majalah dan Surat Kabar sebagai Media Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMP

Filed under: Opini Pribadi

tools

Oleh Popon Saadah

Kualitas pengajaran apresiasi sastra di berbagai lembaga pendidikan formal di setiap jenjang pendidikan dewasa ini masih banyak dikeluhkan oleh para pemerhati dan peminat sastra di Indonesia. Mereka menilai bahwa pengajaran sastra di sekolah-sekolah tidak lebih hanya sebagai pelengkap pengajaran bahasa. Diperparah lagi dengan adanya anggapan umum masyarakat Indonesia bahwa sastra dan mata pelajaran sastra itu tidak lebih penting dari mata pelajaran bidang eksakta.
Tentu saja fenomena di atas tidak lepas dari berbagai faktor yang saling mempengaruhi dan berkaitan. Hal-hal yang mempengaruhi serta menyebabkan pengajaran apresiasi sastra di sekolah-sekolah formal, terutama di tingkat SMP tidak berkembang sesuai yang diharapkan, di antaranya:

a. Faktor lingkungan keluarga siswa.
Lingkungan keluarga besar sekali pengaruhnya terhadap tumbuh kembangnya mental dan fisik seseorang. Tidak terbiasanya seorang anak didik membaca atau mendengarkan cerita (mengapresiasi) karya sastra di lingkungan keluarga membawa pengaruh buruk terhadap minatnya pada pengajaran apresiasi sastra di sekolah. Tidak adanya bimbingan dari orang tua kepada anak dalam memilih hiburan, karya seni, dan karya sastra yang baik dalam bentuk audio visual juga merupakan faktor lain yang berpengaruh negatif pada pengajaran sastra. (more…)

September 28, 2006

Tugas Berat Seorang Guru Bahasa

Filed under: Opini Pribadi

Oleh Popon Saadah

object

Tidak bisa dibantah bahwa profesi guru adalah profesi yang menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan. Apalagi ketika disadari bahwa keberadaan guru merupakan faktor condisio sine quanon, yang tidak mungkin bisa digantikan oleh komponen mana pun dalam kehidupan bangsa di jaman apa pun. Apalagi di era teknologi modern seperti sekarang ini, peran guru, apa pun bidangnya semakin dibutuhkan, dalam rangka membimbing peserta didik menghadapi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman, serta mengaplikasikan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, yang semua itu bertujuan untuk memanusiakan manusia.
Jika ditinjau dari profesinya saja sudah sangat penting, maka masalah keahlian atau spesialisasi bidang keilmuan yang disandang guru pun tak kalah pentingnya. Yang akan dibicarakan dalam tulisan ini adalah keahlian yang sejatinya dimiliki oleh seorang guru bahasa, baik guru bahasa asing, bahasa nasional, maupun bahasa daerah.
Mengingat bahasa adalah alat komunikasi manusia yang sangat vital, digunakan secara intens dan kontinyu, serta berubah dari waktu ke waktu, bidang keahlian seorang guru bahasa sangat aplikatif. Oleh karena itu, seorang guru bahasa idealnya memahami dan menguasai bidangnya secara menyeluruh. Dan hal tersebut merupakan tugas yang berat, karena memerlukan faktor-faktor yang kesemuanya terdapat dalam diri dan kepribadian seorang guru bahasa tersebut, seperti kesadaran akan fungsi dan tanggung jawab terhadap profesinya, idealisme, spirit, visi dan misi, serta tujuan yang ditargetkan. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M