Bila Guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan) Tidak Sesuai dengan Harapan Walikelas dan Orangtua Siswa
Oleh Popon Saadah
Ditinjau dari fungsinya, guru BP adalah guru pendamping walikelas dalam membimbing dan mendidik parasiswa titipan para orang tua. Bila kerjasama antara guru BP, walikelas, dan orang tua murid ini terjalin dengan baik, sudah dapat dipastikan akan berdampak positif dan mempercepat tercapainya tujuan pendidikan sesuai yang diharapkan semua pihak. Tapi pada kenyataannya untuk mencapai tahap yang terbaik itu selalu ada kendala. Kendalanya bisa dari berbagai faktor, bisa dari pihak guru di sekolah, bisa juga dari para orang tua murid.
Yang sangat disesalkan tentu saja bila kendala itu justru muncul dari orang yang dianggap berkompeten dalam menyelesaikan masalah-masalah siswa. Salah satu masalah yang tidak mustahil muncul ke permukaan sebagai hambatan adalah kapabilitas guru BP yang dipertanyakan dan diragukan. Hal ini bisa terjadi bila latar belakang pendidikan guru BP tersebut bukan dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Sehingga dalam menangani problem-problem parasiswanya terkesan serampangan, tidak bersifat edukatif, serta mengabaikan sisi psikologis siswa. Kalau pun dia berhasil menuntaskan sebuah masalah yang menimpa siswa, biasanya memunculkan masalah baru, seperti timbulnya kekecewaan dan antipati siswa pada pihak sekolah dikarenakan penanganan kasus yang tidak tepat. (more…)

