<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Aku, Rasa, dan Logika</title>
	<link>http://niceceu.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 01:17:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Kraton Yogyakarta</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/11/kraton-yogyakarta/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/11/kraton-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 00:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Mengenal Obyek Wisata</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/11/kraton-yogyakarta/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Kraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1756 atau tahun Jawa 1682. Arsiteknya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I, yang waktu masih muda bergelar Pangeran Mangkubumi Sukowati.
	Luas Kraton Yogyakarta 14000 meter persegi. Di dalamnya terdapat banyak bangunan, halaman-halaman, dan lapangan-lapangan, seperti:
1.	Kedaton/ Prabayeksa;
2.	Bangsal Kencana;
3.	Regol Danapratapa (pintu gerbang);
4.	Sri Manganti;
5.	Regol Sri Manganti (pintu gerbang);
6.	Bangsal Poncowati (dengan halaman kemandungan);
7.	Regol Brajanala (pintu gerbang);
8.	Siti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/kraton_01.jpg' alt='' /></p>
	<p>Kraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1756 atau tahun Jawa 1682. Arsiteknya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I, yang waktu masih muda bergelar Pangeran Mangkubumi Sukowati.</p>
	<p>Luas Kraton Yogyakarta 14000 meter persegi. Di dalamnya terdapat banyak bangunan, halaman-halaman, dan lapangan-lapangan, seperti:<br />
1.	Kedaton/ Prabayeksa;<br />
2.	Bangsal Kencana;<br />
3.	Regol Danapratapa (pintu gerbang);<br />
4.	Sri Manganti;<br />
5.	Regol Sri Manganti (pintu gerbang);<br />
6.	Bangsal Poncowati (dengan halaman kemandungan);<br />
7.	Regol Brajanala (pintu gerbang);<br />
8.	Siti Inggil;<br />
9.	Tarub Agung;<br />
10.	Pagelaran (tiangnya berjumlah 64 buah);<br />
11.	Alun-alun utara (dihias dengan 62 batang pohon);<br />
12.	Pasar (Beringharja);<br />
13.	Kepatihan;<br />
14.	Tugu.</p>
	<p><strong>Di bawah ini ditampilkan beberapa bangsal dan koleksi Musium Kraton Yogyakarta. </strong></p>
	<p><img src='/images/kraton18.JPG' alt='' /></p>
	<p><a id="more-97"></a></p>
	<p><img src='/images/kraton2.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton7.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/srimanganti.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton1.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton4.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton11.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton12.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton16.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton17.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/KyaiTandaLawak.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton3.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton6.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton9.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton10.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton5.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton8.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton14.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton15.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/kraton13.JPG' alt='' />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/11/kraton-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Candi Borobudur</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/11/candi-borobudur/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/11/candi-borobudur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 00:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Mengenal Obyek Wisata</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/11/candi-borobudur/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini dikelilingi beberapa dusun, antara lain Bumi Segoro, Sabreng, Gopala, Jawahan, Barepan, Ngarak, Kelan, Janan, dan Gendingan.
Sampai sekarang belum pernah ditemukan sumber-sumber tertulis yang menyebutkan kapan Candi Borobudur itu dibangun, sehingga tidak dapat ditentukan usianya. Beberapa bukti telah ditemukan oleh para ahli, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/ilustrasiCB.JPG' alt='' /></p>
	<p>Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini dikelilingi beberapa dusun, antara lain Bumi Segoro, Sabreng, Gopala, Jawahan, Barepan, Ngarak, Kelan, Janan, dan Gendingan.<br />
Sampai sekarang belum pernah ditemukan sumber-sumber tertulis yang menyebutkan kapan Candi Borobudur itu dibangun, sehingga tidak dapat ditentukan usianya. Beberapa bukti telah ditemukan oleh para ahli, yang berfungsi untuk menentukan  usia Candi Borobudur itu. Pada bagian kaki Candi Borobudur yang tertutup terdapat tulisan singkat berbahasa sansekerta dengan huruf kawi. Dengan membandingkan hurur-huruf tersebut dengan prasasti-prasasti bertarikh yang ada di Indonesia, maka sementara para sarjana berpendapat bahwa Candi Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi. Pada abad itu di Jawa Tengah berkuasa raja-raja dari wangsa Syailendra yang menganut agama Budha Mahayana.<br />
Candi Borobudur tidak mempunyai bilik atau pun ruangan di dalamnya, oleh karena itu tidak dapat berfungsi sepenuhnya sebagai candi. Maka lebih tepat bangunan ini dianggap sebagai tempat ziarah daripada sebagai candi (sebagai tempat pemujaan).<br />
Bangunan Candi Borobudur berbentuk limas berundak, dan apabila dilihat dari atas merupakan bujur sangkar. Bangunan candi ada 10 tingkat. Tiga tingkat yang paling atas berbentuk lingkaran dengan tiga teras. Pada teras pertama terdapat 32 stupa berlubang. Pada teras kedua terdapat 24 stupa berlubang. Pada teras ketiga terdapat 16 stupa berlubang. Jumlah seluruhnya 72 stupa berlubang. Pada masing-masing stupa terdapat patung Budha.</p>
	<p><strong>Disarikan dari berbagai sumber.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/11/candi-borobudur/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Perjalanan Karyawisata ke Yogyakarta</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/01/sekilas-perjalanan-karyawisata-ke-yogyakarta/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/01/sekilas-perjalanan-karyawisata-ke-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 08:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Laporan Perjalanan</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/01/sekilas-perjalanan-karyawisata-ke-yogyakarta/</guid>
		<description><![CDATA[	Karyawisata SMPN 4 Cimahi ke Yogyakarta kali ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2009. Berangkat dari Cimahi menuju Yogyakarta Senin malam. Sebelum berangkat panitia mengadakan briefing terlebih dahulu serta mengadakan  persiapan-persiapan lainnya. Kami harus bekerja ekstra, mengingat para siswa yang akan dibimbing adalah remaja tanggung yang masih sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan dari kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Karyawisata SMPN 4 Cimahi ke Yogyakarta kali ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2009. Berangkat dari Cimahi menuju Yogyakarta Senin malam. Sebelum berangkat panitia mengadakan <em>briefing</em> terlebih dahulu serta mengadakan  persiapan-persiapan lainnya. Kami harus bekerja ekstra, mengingat para siswa yang akan dibimbing adalah remaja tanggung yang masih sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan dari kami sebagai orang tuanya di luar rumah.</p>
	<p><img src='/images/1.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/2.JPG' alt='' /></p>
	<p><a id="more-94"></a></p>
	<p><strong>***</strong></p>
	<p>Jam 22.00 rombongan yang terdiri dari lima bis berangkat menuju tujuan wisata. Setelah sekian jam menempuh perjalanan, rombongan berhenti untuk istirahat sejenak di Ciawi, serta di daerah Jatilawang untuk melaksanakan solat subuh.</p>
	<p><img src='/images/3.JPG' alt='' /></p>
	<p> <strong>***</strong></p>
	<p><img src='/images/4.JPG' alt='' /></p>
	<p>Perjalanan dilanjutkan menuju obyek wisata Gua Jatijajar. Di tempat ini para siswa diberi kesempatan untuk menikmati  keindahan alam Gua Jatijajar beserta keeksotikannya. Sebagaimana tempat-tempat wisata lainnya, di tempat ini pun begitu banyak orang berjualan, terutama berdagang berbagai macam barang yang tidak jauh berbeda dengan barang-barang yang dijajakan di tempat-tempat lain di Jawa Tengah ini, yaitu cinderamata atau hasil kerajinan tangan yang terbuat dari kayu, batu, dan pakaian batik, seperti cobek (coet), gantungan kunci, tasbe, asbak, berbagai mainan anak-anak, kalung, gelang, serta asesoris lainnya, juga daster, celana, baju yang bercorak batik, dsb.</p>
	<p><img src='/images/5.JPG' alt='' /></p>
	<p>Memasuki Gua Jatijajar, seakan memasuki dunia remang-remang. Dunianya para mahluk yang lebih suka hidup dalam kegelapan. Di dalam gua terdapat beberapa patung yang diterangi oleh sederetan lampu yang memancarkan sinar tidak sempurna. Aroma tak sedap sangat lekat mengelilingi kami. Lebih dalam lagi kita menyusuri lorongnya dengan melewati tangga yang licin, akan semakin tercium bau yang tidak sedap itu, seperti baunya kotoran kelelawar, hingga penulis tak kuasa meneruskan perjalanan menembus ujung gua menemani para siswa yang masih kuat berjalan menyusuri jalan keluar. Dalam keadaan remang-remang itu penulis terpaksa kembali lagi menapaki jalan semula untuk keluar dari gua ini serta keluar dari sergapan aroma kotoran kelelawar itu.<br />
Setelah kami merasa puas, perjalanan dilanjutkan menuju rumah makan Grafika Kalasan. Karena semuanya merasa kelelahan dan lapar, makan siang itu begitu seru dan nikmat. Cuma sayang, makan yang lahap dan nikmat itu harus diakhiri dengan minum teh manis, satu hal yang tak pernah penulis lakukan. Mungkin karena berbeda kebiasaan antara orang Jawa dan orang Sunda itulah minumku saat itu jadi terasa <em>barinjan</em> (rasa manis yang tidak enak di lidah). Sebagai orang Sunda, penulis biasa menutup kegiatan makan dengan air putih atau air teh tawar. </p>
	<p> <img src='/images/6.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/7.JPG' alt='' /></p>
	<p><strong>***</strong></p>
	<p>Setelah makan siang rencananya kami akan berkunjung ke Candi Prambanan, tapi terhalang oleh datangnya hujan, hingga rombongan sempat terhenti beberapa saat, menunggu hujan reda. Sebagian peserta rombongan menunggu di dalam bis, sebagian lagi masih betah duduk-duduk di rumah makan. Akhirnya kami mengalah pada Sang Hujan, dalam keadaan gerimis rombongan memaksakan diri melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan. Tiba di tempat tujuan kami menembus gerimis itu sambil berpayung ria tentunya. Di tengah hujan yang kadang-kadang berubah menjadi lebat, para siswa dan guru-guru masih sempat berburu cinderamata untuk oleh-oleh para kerabat yang ditinggalkan di tempat asal.</p>
	<p> <img src='/images/8.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/9.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/10.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/11.JPG' alt='' /></p>
	<p><strong>***</strong></p>
	<p>Di sore hari kami tiba di hotel Bhineka yang letaknya berdekatan dengan Stasiun Tugu dan Malioboro. Di sinilah kami baru bisa merasakan istirahat yang sebenarnya, bisa mandi, ganti pakaian, rebahan, dan berselonjor kaki di tempat tidur sambil nonton acara televisi.</p>
	<p><img src='/images/12.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/14.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/15.JPG' alt='' /> </p>
	<p>Pada malam hari, setelah selesai acara makan malam, diadakan acara hiburan organ tunggalnya Pak Sutarmas, untuk yang betah berada di penginapan. Untuk yang berminat jalan-jalan, dipersilahkan menikmati kehidupan malam Yogyakarta dengan Malioboronya, sambil berbelanja.</p>
	<p><img src='/images/sarapanpagidihotel.JPG' alt='' /></p>
	<p>Esok harinya setelah sarapan bersama, kami siap berkelana lagi. Hari ini jadwal kunjungan ke obyek wisata lebih padat. Pagi jam 9 kami berkunjung ke Keraton Yogyakarta.  </p>
	<p><img src='/images/16.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/17.JPG' alt='' /></p>
	<p>Di area yang masih terasa atmosfir kefeodalannya, para pengunjung dilarang memakai topi, serta setiap pengunjung yang membawa kamera dan sejenisnya diwajibkan lapor ke bagian penerima tamu dengan dipungut biaya untuk pemotretan di dalam keraton Rp. 1000,- perorang.<br />
Ternyata banyak sekali koleksi Keraton Yogyakarta ini, dari mulai alat-alat rumah tangga, waditra (alat musik) sampai lukisan. Dengan begitu berkunjung ke tempat ini sama dengan belajar tentang kebudayaan Jawa.</p>
	<p><strong>***</strong></p>
	<p><img src='/images/18.JPG' alt='' /></p>
	<p>Kemudian kami semua tiba juga di Taman Pintar.<br />
Di wahana yang serba pintar ini para siswa asyik mencoba berbagai peralatan teknologi modern untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam rangka mempertahankan dan menyelamatkan diri dari berbagai bencana alam, seperti salah satu contohnya adalah wahana untuk simulasi menghadapi gempa bumi. Masih di area Taman pintar, rombongan SMPN 4 Cimahi sempat pula menonton film empat dimensi dan memasuki gedung sejarah perjuangan pahlawan Indonesia, terutama pahlawan pendidikan.</p>
	<p> <img src='/images/19.JPG' alt='' /></p>
	<p> <img src='/images/20.JPG' alt='' /></p>
	<p> <strong>***</strong></p>
	<p>Selanjutnya rombongan berkunjung ke Candi Borobudur. Belum satu jam rombongan kami tiba di tempat ini, sudah disambut oleh guyuran hujan berikut petirnya. Hingga kami tak bisa berlama-lama bereksplorasi tentang tempat bersejarah ini, semua anggota rombongan basah kuyup meskipun menggunakan payung sewaan, karena angin bertiup kencang. Untung sebagian siswa masih punya waktu untuk bergaya di depan candi yang megah itu.<br />
Karena seluruh tubuh kami tak ada yang luput dari siraman hujan, terpaksa semuanya bergiliran berganti pakaian di dalam bis. </p>
	<p><img src='/images/21.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/22.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/23.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/24.JPG' alt='' /></p>
	<p>Perjalanan karyawisata ini diakhiri di rumah makan Grafika, Gombong. Untuk melepas lelah dan menghibur diri, di tempat ini diadakan panggung pertunjukan. Acara hiburan diisi oleh suguhan berupa unjuk kebolehan para siswa, para guru, maupun <em>crew</em> bis Kramat Djati dalam bernyanyi, berjoged, juga permainan oleh sebagian anggota rombongan, perwakilan dari tiap bis.</p>
	<p><img src='/images/25.JPG' alt='' /></p>
	<p><img src='/images/26.JPG' alt='' /></p>
	<p> <img src='/images/27.JPG' alt='' /></p>
	<p>Dan acara ini mau tidak mau harus berakhir. Pada tengah malam itu, dengan rasa kantuk yang hebat, diiringi hujan gerimis yang sepertinya tak mau berhenti turun, kami memasuki bis masing-masing untuk kembali menempuh perjalanan pulang menuju Cimahi.<br />
Beberapa jam kemudian bis kembali berhenti sejenak di Ciawi untuk solat subuh. Selanjutnya kelima bis itu berpacu dengan waktu, memenuhi jadwal yang telah ditentukan, bahwa para siswa harus tiba di sekolah dengan selamat pada Kamis pagi, karena para orang tua sudah pasti sedang menunggu kepulangan putra-putrinya. </p>
	<p><img src='/images/28.JPG' alt='' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2009/02/01/sekilas-perjalanan-karyawisata-ke-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Semiloka Implementasi Lesson Study Bagi Pembelajaran Bahasa dan Seni</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2008/12/04/semiloka-implementasi-lesson-study-bagi-pembelajaran-bahasa-dan-seni/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2008/12/04/semiloka-implementasi-lesson-study-bagi-pembelajaran-bahasa-dan-seni/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 04:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Stop Pers</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2008/12/04/semiloka-implementasi-lesson-study-bagi-pembelajaran-bahasa-dan-seni/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Semiloka ini dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Desember 2008, bertempat di Auditorium FPBS UPI  (Gd. B Lt. 4).
Pemateri I: Dr. Sumar Hendayana, M.Sc. Judul Materi: “Apa dan Mengapa Lesson Study?”
Pemateri II: Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed. Judul Materi: “Observasi dan Refleksi dalam Pembelajaran”.
Pemateri III: Dr. Asep Supriatna, M.Si. Judul Materi: “Pengalaman Implementasi Lesson Study [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/semiloka1.jpg' alt='' /></p>
	<p><strong>Semiloka ini dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Desember 2008, bertempat di Auditorium FPBS UPI  (Gd. B Lt. 4).<br />
Pemateri I: Dr. Sumar Hendayana, M.Sc. Judul Materi: “Apa dan Mengapa Lesson Study?”<br />
Pemateri II: Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed. Judul Materi: “Observasi dan Refleksi dalam Pembelajaran”.<br />
Pemateri III: Dr. Asep Supriatna, M.Si. Judul Materi: “Pengalaman Implementasi Lesson Study di Sumedang.<br />
Moderator:<br />
1.	Dr. Dadang Sunendar, M.Hum.<br />
2.	Drs. Dudung R. Hidayat, M.Pd.</strong></p>
	<p><img src='/images/presentasi_01.jpg' alt='' /><br />
<a id="more-92"></a></p>
	<p><strong>Para peserta berjumlah 36 orang, merupakan para pengurus MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa dan Seni pada beberapa sekolah menengah di Jawa Barat.</p>
	<p>Di bawah ini ringkasan materi Semiloka berdasarkan makalah ketiga pemateri.</strong></p>
	<p>Peningkatan profesionalisme pendidik sangat erat kaitannya dengan pembentukan budaya belajar dan pemberdayaan diri secara berkelanjutan di dalam lingkungan kerja. <em>Lesson Study</em>, suatu pendekatan Jepang dalam peningkatan mutu pembelajaran, telah diadaptasi dan disesuaikan dengan budaya lokal Indonesia, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah merintis pengembangan <em>Lesson Study</em> di Indonesia melalui asistensi JICA (<em>Japan </em><em>International Cooperation Agency</em>) sejak tahun 2001. Pengembangan <em>Lesson Study</em> diawali pada skala kecil, 4 sekolah di Bandung melalui IMSTEP (<em>Indonesia Mathematics and Science Teacher Education Project)</em>, kemudian dikembangkan ke skala yang lebih besar pada tingkat kabupaten di Kabupten Sumedang melalui Program SISTTEMS (<em>Strengthening In-service Teacher Training of mathematics and Science Education at Junios Secondary Level</em>). Berdasarkan pengembangan yang sistematik dan berkelanjutan, kemudian <em>Lesson Study</em> diformulasi sebagai model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip <em>kolegalitas</em> dan <em>mutual learning</em> untuk membangun komunitas belajar. Pengkajian pembelajaran dilaksanakan dalam 3 tahapan:<br />
1.	<em>Plan</em>, Secara kolaborasi, merencanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa berbasis permasalahan di kelas;<br />
2.	<em>Do</em>, seorang guru melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa sementara guru lain mengobservasi aktivitas belajar siswa;<br />
3.	<em>See</em>, Dengan prinsip kolegalitas, secara kolaborasi merefleksikan efektifitas pembelajaran dan saling belajar. Setelah selesai langkah ketiga ini, dilanjutkan kembali melangkah ke no 1, dan berputar terus.</p>
	<p>Kalau pelatihan konvensional bersifat <em>top-down</em>, artinya materi pelatihan sudah disiapkan dan diberikan oleh instruktur, sebaliknya pelatihan melalui <em>lesson Study</em> bersifat <em>bottom-up</em> karena materi pelatihan berbasis permasalahan pembelajaran yang dihadapi para guru di sekolah, kemudian dikaji scara kolaboratif di antara para guru. </p>
	<p><strong>Gambaran umum <em>Lesson Study</em></strong>:<br />
•	Merencanakan pembelajaran berdasarkan tujuan dan perkembangan siswa;<br />
•	Mengobservasi pembelajaran untuk mengumpulkan data tentang aktivitas belajar siswa;<br />
•	Menggunakan data hasil observasi untuk melakukan refleksi pembelajaran secara mendalam dan luas;<br />
•	Jika perlu melakukan <em>re-planning</em> dengan topik sama untuk pembelajaran pada kelas lain.</p>
	<p><strong>Tujuan utama Lesson Study</strong>:<br />
1.	(termasuk kompetensi professional):<br />
Meningkatnya pengetahuan tentang materi ajar.<br />
2.	(termasuk kompetensi pedagogik):<br />
•	Meningkatnya pengetahuan tentang pembelajaran;<br />
•	Meningkatnya kemampuan mengobservasi aktivitas belajar;<br />
•	Semakin kuatnya hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan jangka panjang (perbaikan mutu pembelajaran terus menerus);<br />
•	Meningkatnya kualitas rencana pembelajaran.<br />
3.	(termasuk kompetensi sosial):<br />
Semakin kuatnya hubungan kolegalitas;<br />
4.	(termasuk kompetensi kepribadian):<br />
Semakin meningkatnya motivasi untuk selalu berkembang.</p>
	<p><strong>Kegiatan lain dari Semiloka ini</strong>:<br />
Pada sesi <em>open Lesson</em>, para peserta bersama-sama pemateri berkunjung ke SMP Laboratorium percontohan UPI Bandung (<em>Labschool</em>). Di tempat ini kami disambut hangat oleh Kepala Sekolah beserta para gurunya. Sebelum mengadakan observasi ke dua kelas, kami bersilaturahmi serta berbincang-bincang mengenai kegiatan yang berhubungan dengan observasi dalam rangka mempraktekkan model <em>Lesson Study</em> ini.<br />
Setelah itu para peserta semiloka dipersilahkan memasuki kelas yang akan diobservasi. Kebetulan kelas yang penulis pilih untuk diobservasi adalah kelas IX, materi pelajaran yang didemonstrasikan adalah pelajaran Bahasa Indonesia dengan tema pembelajaran: <em>Jenis-jenis Majas Perbandingan</em>, dengan waktu sekitar dua jam.<br />
Setelah selesai, kami kembali ke tempat semula untuk rehat dulu.<br />
Acara selanjutna yaitu refleksi dan Diskusi antara pemateri, guru model, serta para peserta. Di dalam diskusi dan refleksi inilah ditemukan berbagai kekurangan maupun kelebihan proses belajar mengajar seorang guru model, yang tentu saja sangat berguna sebagai bahan perbandingan dan perbaikan bagi para peserta semiloka yang seluruhnya berprofesi sebagai guru.</p>
	<p><img src='/images/labcshool.JPG' alt='' /><br />
<strong><em>Labschool</em> UPI<br />
</strong></p>
	<p><img src='/images/briefing.JPG' alt='' /><br />
<strong>Bincang Serius</strong></p>
	<p><img src='/images/labschool1.JPG' alt='' /><br />
<strong>Asyiknya Mengajar</strong></p>
	<p><img src='/images/dalamkelas2.jpg' alt='' /><br />
<strong>Penampilan Prima</strong></p>
	<p><img src='/images/diskusikelompok.JPG' alt='' /><br />
<strong>berdiskusi ria 1</strong></p>
	<p><img src='/images/diskusi1.JPG' alt='' /><br />
<strong>Berdiskusi Ria 2</strong></p>
	<p><img src='/images/siswa.JPG' alt='' /><br />
<strong>Serius</strong></p>
	<p><img src='/images/burika1.JPG' alt='' /><br />
<em><strong>Sharing</strong></em></p>
	<p><img src='/images/Lesson.JPG' alt='' /><br />
<strong>Berpose saat rehat</strong></p>
	<p><img src='/images/lesson1.JPG' alt='' /><br />
<strong>Ingin bertiga</strong></p>
	<p><img src='/images/duaan.JPG' alt='' /><br />
<strong>Mumpung bertemu sahabat lama.</strong>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2008/12/04/semiloka-implementasi-lesson-study-bagi-pembelajaran-bahasa-dan-seni/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Perkara yang Sia-sia dan Tidak Bermanfaat</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2008/11/07/sepuluh-perkara-yang-sia-sia-dan-tidak-bermanfaat/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2008/11/07/sepuluh-perkara-yang-sia-sia-dan-tidak-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 01:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Sejenak Merenung</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2008/11/07/sepuluh-perkara-yang-sia-sia-dan-tidak-bermanfaat/</guid>
		<description><![CDATA[	
	1.	Ilmu yang tidak diamalkan;
2.	Amal yang tidak disertai keiklasan dan mencontoh Nabi Muhammad SAW;
3.	Harta yang tidak disedekahkan, sehingga pemiliknya tidak bisa menikmatinya di dunia dan tidak pula dipergunakan sebagai bekal di akhirat;
4.	Hati yang kosong dari cinta kepada Allah, dari rasa rindu dan dekat dengan-Nya;
5.	Tubuh yang tidak difungsikan untuk melaksanakan ketaatan beribadah kepada Allah;
6.	Cinta kepada Allah, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/peupeus.JPG' alt='' /></p>
	<p>1.	Ilmu yang tidak diamalkan;<br />
2.	Amal yang tidak disertai keiklasan dan mencontoh Nabi Muhammad SAW;<br />
3.	Harta yang tidak disedekahkan, sehingga pemiliknya tidak bisa menikmatinya di dunia dan tidak pula dipergunakan sebagai bekal di akhirat;<br />
4.	Hati yang kosong dari cinta kepada Allah, dari rasa rindu dan dekat dengan-Nya;<br />
5.	Tubuh yang tidak difungsikan untuk melaksanakan ketaatan beribadah kepada Allah;<br />
6.	Cinta kepada Allah, tetapi tidak diikat dengan keridhaan-Nya dan tidak melaksanakan perintah-perintahnya;<br />
7.	Waktu yang tidak difungsikan untuk mengejar ketertinggalan atau meraih kebaikan dan ibadah;<br />
8.	Pikiran yang melayang-layang pada hal-hal yang tidak berguna;<br />
9.	Berbakti kepada seseorang yang dengan baktinya tersebut tidak akan mendekatkanmu kepada Allah dan tidak pula bermanfaat bagi duniamu;<br />
10.	Rasa takut dan harapmu kepada mahluk yang ubun-ubunnya di tangan Allah, sebagai tawanan dalam genggaman-Nya, yang dia sendiri tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi dirinya dan tidak pula menolak kemudharatan (bahaya) atasnya, serta tidak menguasai kematian, kehidupan, dan kebangkitan bagi dirinya.</p>
	<p><strong>(AL-Fawaid Halaman 112)</strong>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2008/11/07/sepuluh-perkara-yang-sia-sia-dan-tidak-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Berburu Masakan Sunda</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2008/10/26/berburu-masakan-sunda/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2008/10/26/berburu-masakan-sunda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 23:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Hobby</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2008/10/26/berburu-masakan-sunda/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan berburu masakan Sunda adalah kegemaranku. Ditemani mantan pacar yang selalu setia mendampingi, pekan ini saya bereksplorasi masakan Sunda di daerah Cihideung Lembang. Kenapa berburu masakan Sunda? Kenapa bukan masakan mancanegara? Sebab lidahku tak biasa mengecap menu-menu masakan asing, perutku tak mau berkompromi dengan hidangan ala Asia (selain Indonesia), ala Eropa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/pop.JPG' alt='' /></p>
	<p>Menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan berburu masakan Sunda adalah kegemaranku. Ditemani mantan pacar yang selalu setia mendampingi, pekan ini saya bereksplorasi masakan Sunda di daerah Cihideung Lembang. Kenapa berburu masakan Sunda? Kenapa bukan masakan mancanegara? Sebab lidahku tak biasa mengecap menu-menu masakan asing, perutku tak mau berkompromi dengan hidangan ala Asia (selain Indonesia), ala Eropa, maupun masakan asing lainnya.<br />
Kebetulan pada hari Minggu ini kami berdua berkesempatan mengunjungi Kampung Daun. Tapi mantan pacar kurang setuju dengan penataan tempat bersantapnya, yang katanya agak gelap dan menyiratkan kesan begitu <em>privacy</em>. Padahal perasaanku justru sebaliknya. Menurutku tempat-tempat yang disediakan di Kampung Daun ini bikin saya betah, terkesan romantis, tenang, dan sangat alami. Tempat-tempat bersantap para tamu ditata sedemikian rupa, berbentuk saung, ada yang posisinya dekat dengan tanah, ada yang berada di atas tebing dilengkapi dengan tangganya, serta di dalamnya dihiasi gordyn dan bantal-bantal untuk teman duduk. </p>
	<p><img src='/images/kontras.jpg' alt='' /></p>
	<p><a id="more-90"></a>Pelatarannya dihiasi pula oleh bebatuan besar maupun kecil.<br />
Air mengalir deras di sungai kecil yang sepertinya sengaja diciptakan untuk menambah kesan alami tempat ini. Sayang sekali suamiku tak berniat berlama-lama di sini, dengan alasan suasananya mencekam (<em>keueung</em>), ditambah pada saat ini tak banyak pengunjung yang datang. </p>
	<p><img src='/images/pop2.JPG' alt='' /></p>
	<p>Di dekat gerbang masuk terdapat area untuk bersantap (café). Ketika saya memperhatikan daftar menu yang dipamerkan di luar café, terlihat sederetan nama menu asing seperti <em>steak</em> dan kawan-kawan.<br />
Akhirnya kami pergi ke Sapulidi, masih di daerah Cihideung juga. Situasinya sedikit ceria dibanding tempat yang tadi. Tempat bersantapnya berupa <em>saung ranggon</em> yang terletak di tengah-tengah sawah, dilengkapi dengan kentongan yang berfungsi sebagai alat panggil pramusaji bila tamu atau konsumen hendak memesan menu masakan. Suasana tempat ini lebih terbuka dan lebih ramai oleh pengunjung. Suara orang mengobrol baik dari dapur maupun dari saung-saung yang ada di sekitarnya tak henti-hentinya bersahut-sahutan. Hal ini jelas-jelas menghilangkan kesan mencekam  (<em>keueung</em>) bagi orang yang penakut seperti mantan pacarku itu.</p>
	<p><img src='/images/sapulidi.JPG' alt='' /></p>
	<p>Di tempat ini setiap saung ranggon ada namanya, mungkin untuk memudahkan pramusaji mengirimkan makanan pesanan ke tempat di mana para tamu sedang duduk menanti kiriman hidangan. Dan Saung yang saya pilih untuk tempat makan siang ini bernama <em>Saung</em> <em>Bengong</em>. Selain itu ada juga <em>Saung</em> <em>Bubudakeun</em> dan <em>Saung Kokoloteun</em>. Saung yang kupilih ini berada di tengah sawah yang padinya sudah mulai menguning, hanya saja tak ada <em>bebegig</em> (orang-orangan sawah) di tengah-tengahnya.<br />
Ketika saya meneliti daftar menu satu persatu, sedikit kecewa, sebab tak terdapat jenis menu bernama <em>tutug oncom</em>. Padahal lidah saya sudah rindu pada makanan khas Sunda itu yang juga makanan kegemaran salah seorang sahabat dekat. Dan terpaksa saya memesan menu yang lain, dengan harapan suatu saat nanti saya dapat menemukan tempat bersantap yang bisa mengobati kerinduan saya pada <em>tutug oncom</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2008/10/26/berburu-masakan-sunda/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Pesantren Kilat</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2008/09/11/manfaat-pesantren-kilat/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2008/09/11/manfaat-pesantren-kilat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 04:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Forum Guru</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2008/09/11/manfaat-pesantren-kilat/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Oleh Popon Saadah
	Kegiatan pesantren kilat yang biasanya marak diadakan di setiap lembaga pendidikan formal pada berbagai jenjang pendidikan saat bulan Ramadhan, merupakan sebuah solusi. Solusi untuk lebih mendekatkan para siswa pada Islam yang selama ini hanya diperkenalkan oleh para guru agama di sekolah dengan sambil lalu. Sebab di bulan-bulan di luar Ramadhan jam pelajaran agama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/P.jpg' alt='' /></p>
	<p><strong>Oleh Popon Saadah</strong></p>
	<p>Kegiatan pesantren kilat yang biasanya marak diadakan di setiap lembaga pendidikan formal pada berbagai jenjang pendidikan saat bulan Ramadhan, merupakan sebuah solusi. Solusi untuk lebih mendekatkan para siswa pada Islam yang selama ini hanya diperkenalkan oleh para guru agama di sekolah dengan sambil lalu. Sebab di bulan-bulan di luar Ramadhan jam pelajaran agama Islam hanya dua jam pelajaran, sama porsinya dengan pelajaran Seni Budaya dan pelajaran Bahasa Sunda. Dapat dibayangkan, dengan jam pelajaran yang begitu terbatas, bagaimana mungkin para siswa bisa lebih paham tentang agamanya, bagaimana mungkin mereka akan bisa memaknai kitab sucinya, serta apakah mereka akan sampai pada dapat mengaplikasikan pelajaran agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari? </p>
	<p><img src='/images/P1.jpg' alt='' /></p>
	<p>Dan kegiatan pesantrén kilat bak oase di tengah padang yang gersang, ibarat segelas air yang mampu menghilangkan rasa dahaga seorang pengembara yang kehausan di tengah perjalanan. Pesantren kilat, sebuah kegiatan yang di dalamnya begitu sarat makna dan manfaat.<br />
Dengan mengikuti kegiatan pesantren kilat, para siswa seakan-akan diingatkan kembali, bahwa setiap muslim diwajibkan mengetahui lebih dalam tentang agama Islam, tidak bisa sambil lalu dan tidak cukup dengan hanya menelan berbagai teori seperti yang terdapat dalam kebanyakan buku teks pelajaran agama. Memeluk Islam itu adalah menjadikan agama rahmatan lil alamin ini pegangan hidup dengan keyakinan sepenuh hati. Memeluk Islam itu tidak cukup hanya bersifat seremonial belaka, serta perlu dikondisikan sedemikian rupa, sehingga terciptalah situasi yang kondusif ke arah pemahaman agama Islam yang sesungguhnya. <a id="more-88"></a><br />
Meskipun pesantren kilat itu dilaksanakan tidak lebih dari satu sampai dua minggu saja (benar-benar kilat), kegiatan ini tidak bisa dianggap sepele. Bila dalam waktu yang singkat itu para pemateri berikut para santrinya serius dalam mengisi kegiatan ini, insya Allah akan memberikan kontribusi yang cukup berarti untuk pendidikan generasi muda Islam. Apalagi biasanya materi-materi yang diberikan kepada para siswa begitu beragam, seperti mengenai akidah, ahlak, Al Qur’an, Asmaul Husna, pengetahuan tentang tarikh Rasulullah, dan sebagainya. Waktu yang singkat itu akan menjelma menjadi saat-saat yang tepat untuk menggembleng mereka yang sesungguhnya sangat memerlukan semua itu.<br />
Kontribusi program pesantren kilat pada dunia pendidikan generasi muda di Indonesia, bisa diuraikan sebagai berikut.<br />
1.	Menambah pemahaman para siswa tentang Islam;<br />
2.	Memperkenalkan dan mendekatkan para siswa dengan Asmaul Husna;<br />
3.	Mendekatkan para siswa pada Al Qur’an dan membiasakan diri untuk membaca dan menghapalnya secara mandiri;<br />
4.	Mengajarkan tentang taharah (bersuci) menurut Islam;<br />
5.	Mengajarkan ilmu baca tulis Al Qur’an;<br />
6.	Menambah wawasan para siswa tentang sejarah Islam, terutama riwayat para Nabi dan Rasulnya;<br />
7.	Menanamkan kecintaan mereka pada Rasulnya, serta menjadikan Nabi Muhammad sebagai tokoh idola mereka yang patut diteladani;<br />
8.	Memotivasi siswa untuk lebih rajin melaksanakan ibadah wajib (pokok);<br />
9.	Menanamkan kebiasaan gemar melaksanakan kegiatan-kegiatan keagaaman;<br />
10.	Menanamkan sifat gemar beramar ma’ruf nahyi munkar;<br />
11.	Menanamkan keyakinan bahwa Islamlah agama yang paling benar dan diridoi oleh Allah swt.<br />
 Dengan uraian di atas maka kita sebagai orang tua dan guru, sudah sepantasnya mendukung kegiatan ini, baik berupa dukungan moral maupun material. Kita berharap banyak, kegiatan ini berkesinambungan, akan selalu dilaksanakan dan digalakkan pada setiap bulan Ramadhan dengan perencanaan dan persiapan yang lebih baik lagi dari tahun ke tahun. Barangkali pada bulan Ramadhanlah saat yang paling tepat untuk bekerjasama bahu membahu antara orang tua dan guru, dalam menciptakan masyarakat madani yang kita cita-citakan selama ini. Salah satu usaha ke arah itu adalah dengan memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita dengan mengedepankan pendidikan ke-Islaman, sehingga masa depan anak cucu kita gilang gemilang, penuh rahmat dan ampunan dari Allah Sang Pemberi rahmat dan ampunan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2008/09/11/manfaat-pesantren-kilat/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Cenah:</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2008/08/19/cenah/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2008/08/19/cenah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 02:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Stop Pers</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2008/08/19/cenah/</guid>
		<description><![CDATA[	

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/Jeniuz.gif' alt='' />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2008/08/19/cenah/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Sejoli Dalam Damai</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2008/08/07/dua-sejoli-dalam-damai/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2008/08/07/dua-sejoli-dalam-damai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 13:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Stop Pers</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2008/08/07/dua-sejoli-dalam-damai/</guid>
		<description><![CDATA[	
	pancaranislami.wordpress.com

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/twoarabicdoves.gif' alt='' /></p>
	<p>pancaranislami.wordpress.com
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2008/08/07/dua-sejoli-dalam-damai/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Menyusun Skripsi Minor? …Siapa takut!</title>
		<link>http://niceceu.blogsome.com/2008/07/31/p84/</link>
		<comments>http://niceceu.blogsome.com/2008/07/31/p84/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 02:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niceceu</dc:creator>
		
	<category>Artikel Tamu</category>
		<guid>http://niceceu.blogsome.com/2008/07/31/p84/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Oleh Drs. Ratma Budi Priatna
	Menulis skripsi minor sering kali menjadi mimpi buruk bagi sebagian mahasiswa, terutama mahasiswa yang tidak terbiasa menuangkan gagasan dalam bahasa tulis. Menyampaikan isi pikiran melalui bahasa tulis memang memerlukan keahlian tersendiri. Hal ini dapat dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir, itu pun bila mereka sering mengasah keterampilan menulisnya hingga menjadi terbiasa. Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/skripsi.jpg' alt='' /></p>
	<p><strong>Oleh Drs. Ratma Budi Priatna</strong></p>
	<p>Menulis skripsi minor sering kali menjadi mimpi buruk bagi sebagian mahasiswa, terutama mahasiswa yang tidak terbiasa menuangkan gagasan dalam bahasa tulis. Menyampaikan isi pikiran melalui bahasa tulis memang memerlukan keahlian tersendiri. Hal ini dapat dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir, itu pun bila mereka sering mengasah keterampilan menulisnya hingga menjadi terbiasa. Dengan sering mengasah dengan cara menuangkan hasil berpikirnya ke dalam bahasa tulis, maka kita akan terbiasa pula mengemukakan pendapat secara sistematis.<br />
Salah satu kendala yang dihadapi para mahasiswa dalam proses penyusunan tugas akhir berupa skripsi minor adalah sulitnya menentukan topik bahasan. Oleh karena itu, saran saya pilihlah topik bahasan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anda. Hal lain yang tak kalah pentingnya untuk dipikirkan, apakah data-data yang dibutuhkan bisa dengan mudah diperoleh? Hal itu benar-benar harus dipikirkan agar penyusunan skripsi minor tersebut tidak menjadi beban berat bagi anda. Bila topik bahasan skripsi sesuai dengan minat dan kemampuan anda, bisa dipastikan dalam proses pengerjaannya akan disertai dengan semangat dalam menggali setiap informasi yang dibutuhkan.<br />
Untuk mengetahui topik bahasan skripsi yang kita minati, tak terlalu sulit. Tanya diri anda sendiri, apa alasannya dulu anda memilih program studi yang sekarang sedang anda geluti ini? Renungkan, apakah anda benar-benar serius menggeluti bidang yang anda pilih ini? Lihat dan kaji kembali tugas-tugas yang telah anda kerjakan dari setiap mata kuliah yang telah diikuti selama ini.<br />
Tapi faktanya, topik bahasan skripsi yang sesuai minat dan kemampuan kita pun tidak menjamin terlepas dari permasalahan. Sering kali para mahasiswa menggarap serta menguraikan topik bahasannya terlalu luas atau sebaliknya, terlalu sempit. Untuk mengatasi masalah ini, buatlah pertanyaan-pertanyaan tentang semua hal yang akan kita uraikan pada skripsi kita. Setelah membuat daftar pertanyaan tentang bidang garapan kita itu, lalu diskusikan dengan dosen pembimbing. Jangan takut dan segan bertanya kepada para dosen pembimbing, karena memang tugas merekalah membimbing dan mengarahkan para mahasiswanya dalam menulis skripsi minor tersebut, sehingga tugas akhir mereka ini diselesaikan dengan baik dan benar.<br />
Di dalam skripsi minor itu biasanya dibahas pokok-pokok pikiran umum yang dikemukakan oleh mereka yang berkompeten di bidangnya. Kemudian dianalisis oleh penyusun skripsi berdasarkan kasus yang dihadapi dalam kehidupan nyata di mana mahasiswa pernah melaksanakan PKL pada semester V/ IV. Untuk menyempurnakan pekerjaan anda, perbanyaklah membaca buku-buku atau pun jurnal ilmiah sebagai bahan referensi. Tulisan atau artikel yang terdapat dalam buku atau jurnal ilmiah bisa dijadikan ide dalam proses penyelesaian karya tulis anda.<br />
Hal terpenting yang harus diingat adalah, jangan berpikir bahwa skripsi minor yang anda tulis itu harus memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. Dalam hal ini anda tidak diwajibkan menemukan suatu temuan ilmiah yang spektakuler. Skripsi minor anda hanya merupakan kajian dari pengetahuan yang telah didapat sebelumnya.<br />
Kiat terakhir, bila masih tidak yakin dengan dengan topik bahasan yang sudah anda persiapkan, sah-sah saja bila anda melihat-lihat skripsi minor karya orang lain di perpustakaan kampus untuk bahan rujukan. Yang harus diingat, janganlah skripsi minor karya orang lain itu dicontek habis-habisan. Anda nanti disebut plagiator jadinya. Dan lulus kuliah dengan usaha diri sendiri yang maksimal akan lebih menyenangkan. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niceceu.blogsome.com/2008/07/31/p84/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
